BANTENRAYA.COM – SeaBank mengagas Platform digital UMKM pintar yang dirancang untuk membangun kapasitas usaha, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat ketahanan finansial bagi perempuan di era digital.
Di Indonesia, jumlah UMKM pada 2025, mencapai 65,5 juta unit, dan menyumbang 61,9 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerap lebih dari 119 juta tenaga kerja.
Wakil Direktur Utama SeaBank Indonesia Junedy Liu menyampakan, melihat pesatnya pertumbuhan ekonomi digital belum diiringi dengan kesiapan yang merata oleh berbagai pihak, sehingga perlu adanya perhatian khusus.
BACA JUGA: Langsung Dicoret dari MTQ, Panitia Temukan 12 Calon Peserta Cabutan Berasal dari Luar Lebak
“Kondisi ini mencerminkan kesenjangan dalam literasi keuangan khususnya digital dan pemanfaatan layanan keuangan formal bagi keberlanjutan dan pertumbuhan usaha,” kata Liu dikutip Bantenraya.com, Senin 1 Desember 2025.
Salah satu tantangan yang dihadapi UMKM di era digital adalah pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha.
Misalnya tingginya informalitas dalam pengelolaan usaha, pencatatan keuangan, pemisahan uang pribadi dan usaha turut berkontribusi dalam keterbatasan akses terhadap pembiayaan.
BACA JUGA: Info Lowongan Kerja Rumah Sakit Kurnia Serang Banyak Posisi Terbaru 2025, Terbuka untuk Lulusan D3
Untuk menghadapi tantangan tersebut, lanjut Liu, SeaBank mendukung peluncuran platform pembelajaran digital UMKM Pintar untuk memberikan akses literasi keuangan yang mudah.
“Aplikasi ini praktis dan relevan bagi UMKM khususnya mikro-kecil dan perempuan dalam membangun usaha yang berkelanjutan dan ketahanan finansial di era digital,” imbuhnya.
Melalui UMKM Pintar, para perempuan pelaku usaha dapat mengakses modul interaktif seputar pengelolaan keuangan, strategi digitalisasi usaha, hingga pemanfaatan layanan keuangan formal.
“Seluruh materi disusun dengan pendekatan berbasis gender dan disesuaikan dengan konteks lokal, agar setiap perempuan dapat mengelola dan menumbuhkan usahanya secara berkelanjutan, kapanpun dan dimanapun mereka berada,” katanya.
Angelique Timmer, Direktur Regional Women’s World Banking Asia Tenggara, menyampaikan berdasarkan 2023 terkait pelaku usaha di e-commerce, menunjukkan hanya 44 persen wirausaha perempuan di Indonesia yang berhasil mempertahankan usahanya hingga 3–5 tahun, dan jumlahnya bahkan lebih sedikit untuk mereka yang bertahan lebih lama.
“Temuan ini menegaskan bahwa akses ke modal, edukasi, pendampingan, dan kesempatan belajar memiliki peran yang sama pentingnya dalam memperkuat ketahanan usaha mereka, sehingga inisiatif seperti SeaBank jadi jawabannya,” kata Angelique.***



















