BANTENRAYA.COM – Salah satu pegiat UMKM di Kota Serang, Bnaten, Anita Kristina terbilang sukses mengembangkan aneka camilan snack hinggha menembus pasa nasional.
Kegemaran masyarakat di Indonesia yang suka jajan dan nyemil, menjadi peluang yang menjanjikan bagi Anita untuk melakukan inovasi terhadap berbagai jenis olahraga makanan ringan.
“Kalau penjualan kemarin ada pembeli juga dari Kediri, ini sampai cari di media sosial kami jajanan bernama yummy snack,” kata Anita kepada Bantenraya.com, di Komplek Griya Baladika Asri, Drangong, Kota Serang, Kamis 19 Juni 2025.
Sebagai ibu rumah tangga yang memiliki banyak waktu, Anita membuat sendiri berbagai olahan sncak seperti, emping singkong, akar kelapa, krupuk cimol, kripik pisang, kripik singkong balado, chestik, peyek kacang, kripik pepaya, kripik bawang, krupuk makaroni dan masih banyak lagi.
Baca Juga: Berikan TPP dan Gaji 13 Tepat Waktu, Dewan Apresiasi Bupati dan Wakil Bupati Serang
“Semua produksi dilakukan sendiri, karena ingin menjaga cita rasa dan kualitas, kalau misalnya ngambil dari orang itu kan harus ada perhitungan lagi,” kata wanita kelahiran 16 april 1979 itu.
Dalam satu hari, Anita mampu memproduksi sebanyak 50 kilogram olahan snack, dan dipasarkan ke berbagai kalan penjualan. Saat ini, dirinya fokus untuk menjual produk tersebut ke koperasi TNI.
“Saya juga sebetulnya sudah bisa masuk ke mini market, namun melihat kapasitas produksi dan kemampuan saya pertimbangkan untuk membuat rumah produksi dulu,” cakapnya.
Harga jual Yummy Snack juga sangat terjangkau yakni Rp20 ribu untuk ukuran 200 gram per kemasan.
“Saya terus melakukan inovasi, ada orang yang enggak suka sama emping melinjo, saja buat emping singkong, kemudian ada pepaya yang kadang tidak terolah saya buat kripik, dengan bahan yang murah dan terjangkau masih ada selisih margin,” cakapnya.
Omzet yang didapatkan Anita dari hasil produksi snacknya di rumah sebesar Rp7-14 juta perbulan. Dan bisa mendapatkan keuntungan bersih 50 persen dari omzet tersebut.
“Saya bersyukur, bisa mewujudkan mimpi anak-anak saya sekarang ada yang jadi pramugari, ada dan anak yang kedua ini berkeninginan sekolah ke Jepang,” ujar Anita.
Aninta juga kerap menjadi pembicara dalam ajang seminar yang digelar oleh berbagai instansi. Tujuannya ialah memberdayakan perekonomian bagi perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan di rumah tangga.
“Jadi semua perempuan harus bisa maju, turut membangun perekonomian keluarga, termasuk saya juga melibatkan tetangga untuk membantu produksi snack,” kata Anita.(***)



















