BANTENRAYA.COM – Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyinggung soal masih rapuhnya sistem kesehatan nasional. Hal itu dibuktikan dengan 94 persen alat kesehatan (Alkes) merupakan produk import luar negeri.
Dikutip dari situs nu.or.id, Kiai Said panggilan akrab Said Aqil Siroj menyatakan Indonesia dibanjiri alkes import menjadi tanda sistem kesehatan yang masih rapuh.
“Saat ini, sekitar 94 persen alkes yang beredar adalah produk impor. Dominasi alkes impor menandai rapuhnya sistem kesehatan nasional,” katanya saat memberikan sambutan pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2021 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.
Baca Juga: Azis Syamsudin jadi Tersangka Suap, Tokoh NU Prediksi Tuntutan Hukumnya Akan Ringan
Said menjelaskan, penguatan ekosistem kesehatan ini bisa diciptakan dengan mengukuhkan kemandirian pihak farmasi, penambahan dokter dan tenaga kesehatan (nakes), kapasitas rumah sakit dan Puskesmas, dan yang terpenting produksi alat kesehatan (alkes).
“Ekosistem ini bisa diciptakan. Kemandirian farmasi harus dikukuhkan, kapasitas rumah sakit dan Puskesmas, serta dokter danbnakes ditambah,” imbuhnya.
Said menegaskan, saat ini kurva covid – 19 mulai melandai. Namun, tentu protokol kesehatan harus tetap tertib tidak boleh kendor.
Baca Juga: Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj Prihatin Warga NU banyak yang Terpuruk Bahkan Miskin
“Meski sekarang tengah landai, ada kemungkinan terjadi lonjakan gelombang ketiga,” tegasnya.
Said menambahkan, pihaknya bersama NU akan komitemen juga meningkatkan imunitas atau kekebalan kelompok dengan membantu mendorong vaksinasi.
“Kami akan terus dorong vaksinasi. Ini untuk bisa mewujudkan kekebalan nasional,” pungkasnya. ***



















