BANTENRAYA.COM – Terdapat beberapa amalan yang dapat dikerjakan pada malam Nisfu Syaban.
Dimana, amalan yang dapat dilakukan oleh umat Islam pada malam Nisfu Syaban dapat dipanjatkan secara individu maupun berjamaah.
Sayang dilewatkan jika amalan pada malam Nisfu Syaban tersebut dilewatkan begitu saja.
Baca Juga: BMKG Sebut Dua Bibit Siklon Tropis di Sekitar Indonesia, Begini Dampak Cuacanya
Pasalnya, malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam yang sangat penting bagi umat Islam.
Merupakan malam ke 15 bulan Syaban, malam Nisfu Syaban merupakan malam yang sangat istimewa.
Tak heran, umat Islam tidak ingin melewatkan malam istimewa tersebut yang diketahui jatuh pada Rabu, 8 Maret 2023 menurut Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU).
Baca Juga: Tak Hanya untuk Anak Sekolah, Kini Kantor ASN Disdikbud NTT Wajib Masuk Jam 5 Pagi
Lantaran, pada malam Nisfu Syaban tersebut diyakini akan dihapuskannya dosa yang telah diperbuat seseorang.
Bahkan, di malam istimewa tersebut juga akan dikabulkannya permintaan seseorang.
Hal tersebut sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman.
“Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah: adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni, adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya.”
Adapun, amalan-amalan yang dapat dikerjakan selama malam Nisfu Syaban diantaranya sebagai berikut seperti yang dikutip dari laman NU Online.
1. Surat Yasin Dibaca Sebanyak Tiga Kali
Baca Juga: Malam Nisfu Syaban Jatuh pada 7 maret 2023, Dianjurkan Perbanyak Amalan Baik, Doa dan istighfar
Pada malam istimewa tersebut, membaca surat Yasin sebanyak tiga kali dapat membawa keberkahan.
Bacaan yang pertama diniatkan untuk memohon dipanjangkan umurnya dalam kondisi taat dan patuh kepada Allah Swt.
Bacaan yang kedua diniatkan untuk menolak bala seumur hidup. sedangkan, bcaan ketiga diniatkan untuk meminta kecukupan selama hidup di dunia.
Baca Juga: KPU Banten Buka Lowongan untuk KPU Kabupaten dan Kota
2. Perbanyak Doa
Pada malam istimewa tersebut, Allah SWT turun ke bumi untuk mengampuni dosa-dosa hambanya.
Untuk itu, dianjurkan memperbanyak doa di malam istimewa tersebut.
Hal tersebut dalam hadits yang diriwayatkan Abu Bakar ash-Shidiq dari Rasulullah Saw berikut:
ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء
Artinya: “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),”
Baca Juga: Cerita Asli Kota Saranjana yang Katanya Gaib dan Peradabannya Lebih Maju, Ternyata…
(HR Al-Baihaqi).
3. Perbanyak Istighfar
Selain perbanyak doa di malam istimewa tersebut, dianjurkan juga untuk memperbanyak membaca istighfar.
4. Perbanyak Syahadat
Sayid Muhammad bin Alawi mengungkapkan bahwa sebaiknya pada waktu yang penuh keberkahan dianjurkan untuk mengisinya dengan kalimat-kalimat mulia seperti memperbanyak membaca syahadat.
وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة “لا إله إلا الله محمد رسول الله
Artinya, “Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”
5. Baca Doa Syekh Abdul Qadir al-Jilani
Sebaiknya menutup amalan pada malam istimewa tersebut di akhiri dengan membaca doa dipanjatkan oleh Syekh Abdul Qadir al-Jilani berikut:
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اللهم اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ، وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ “
Baca Juga: Contoh Teks Kultum Keutamaan Ramadan 2023 Singkat, Lengkap dan Mudah Dihafal
“Ya Allah limpahkan rahmat ta’dhim-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhailah aku, sesungguhnya ampunanMu untuk orang-orang zhalim dan aku termasuk dari mereka, ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikanMu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepadaMu, sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan. Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anaku, saudar-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukiminin dan mukminat.” (Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Ghunyah al-Thalibin, juz 3, hal. 249).***
















