BANTENRAYA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyebutkan dua bibit siklon tropis terbentuk di sekitar Indonesia.
BMKG rutin melakukan pemantauan potensi bibit dan siklon tropis yang dapat berdampak pada potensi cuaca di sekitar wilayah Indonesia.
Bibit siklon sendiri saat ini berada di dalam area tanggungjawab TCWC Australia, tetapi dampak tidak langsungnya masih dapat terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
Berikut ini keterangan BMKG terkait bibit siklon tropis dikutip Bantenraya.com dari akun twitter @InfoHumasBMKG, Senin 6 Maret 2003.
1. BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) secara rutin melakukan pemantauan potensi bibit dan siklon tropis yang dapat berdampak pada potensi cuaca di sekitar wilayah Indonesia.
2. Berdasarkan analisis terbaru, terdapat pembentukan Bibit Siklon 97S di Teluk Carpentaria, Australia, tepatnya di posisi 16.4LS, 137.9BT yang mulai tumbuh pada tanggal 05 Maret 2023 jam 01.00 WIB.
Baca Juga: KPU Banten Buka Lowongan untuk KPU Kabupaten dan Kota
3. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kecepatan angin maksimum Bibit Siklon 97S di sekitar sistemnya mencapai 20 knots (37 km/jam) dengan tekanan udara di pusatnya mencapai 1006 mb.
4. Bibit Siklon 97S saat ini berada di dlm area tanggungjawab TCWC Australia, tetapi dmpk tdk lgsg nya msh dpt terjadi di bbrp wilayah Indonesia. Sistem Bibit Siklon 97S menunjukkan pergerakan yg stasioner atau tetap & berpeluang RENDAH untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan.
5. Sementara itu Bibit Siklon Tropis 98S terbentuk di Laut Natuna sebelah baratdaya Pontianak tepatnya di 0.4LS, 108.4BT. Kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 20 knots (37 km/jam) dan tekanan udara di pusatnya mencapai 1009 mb.
Baca Juga: Cerita Asli Kota Saranjana yang Katanya Gaib dan Peradabannya Lebih Maju, Ternyata…
6. Dengan pergerakan sistem perlahan ke arah Barat. Bibit Siklon 98S memiliki peluang kategori RENDAH untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan.
7. Dalam 24 jam kedepan Bibit Siklon 97S dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di wilayah Indonesia berupa: Potensi angin kencang lebih dari 25 knots (46 km/jam) di wilayah Maluku dan Papua.
8. Tinggi Gelombang 1.25 – 2.5 meter di Laut Banda, Perairan selatan P. Seram, Laut Seram, Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kai hingga Kep. Aru, Laut Arafuru bagian barat, Perairan Sorong, Perairan Fak-fak, Perairan Kaimana, &Perairan Amamapare – Agats.
9. Tinggi Gelombang 2.5 – 4.0 meter di Laut Arafuru bagian tengah hingga selatan Merauke dan Laut Arafuru timur Kep. Aru.
10. Sementara itu dlm 24 jam kedepan Bibit Siklon 98S dpt memberikan dmpk tidak lgsg terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di wilayah Indonesia berupa:
– Potensi hujan dgn intensitas sedang hingga lebat di wilayah Kep. Riau, Jambi, Kep. Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat.
11. Potensi angin kencang lebih dari 25 knots (46 km/jam) di wilayah Kep. Riau.
– Tinggi Gelombang 1.25 – 2.5 meter di Perairan timur Kep. Lingga, Perairan utara P. Bangka
Belitung, Selat Gelasa, dan Selat Karimata bagian selatan.
Baca Juga: 7 ide Kegiatan Munggahan Menjelang Ramadan Bersama Keluarga, Teman hingga Kekasih
12. Tinggi Gelombang 2.5 – 4.0 meter di Perairan Kep. Anambas, Perairan Kep. Natuna bagian barat dan selatan, Perairan Kep. Subi hingga Serasan, Laut Natuna, Perairan Kep. Bintan, Selat Karimata bagian utara, dan Perairan Kep. Karimata.
13. Tinggi Gelombang 4.0 – 6.0 meter di Laut Natuna Utara dan Perairan Kep. Natuna bagian utara
14. Terkait hal tersebut, BMKG menghimbau kepada warga masyarakat terdampak terutama di wilayah yang telah di warning untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan upaya mitigasi terhadap hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi serta kondisi cuaca buruk di sekitarnya.***.

















