BANTENRAYA.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lebak mencatat ada sebanyak 1.135 toilet Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kabupaten Lebak belum masuk kategori layak atau dalam kondisi rusak. Disdik Lebak sendiri mendapatkan data tersebut dari Portal Data Pendidikan milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI tahun 2024.
Adapun secara keseluruhan, terdapat sekitar 1.009 toilet untuk siswa laki-laki. Dari total tersebut, hanya sekitar 414 toilet yang masuk kategori layak. Sementara sisanya sebanyak 595 unit toilet tercatat rusak dengan rincian 231 unit rusak ringan, 217 unit rusak sedang, dan 147 unit rusak berat. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada kenyamanan serta kesehatan peserta didik.
Selanjutnya, untuk toilet siswa perempuan terdapat sekitar 946 unit dengan sekitar 57 persen atau kurang lebih 540 unit di antaranya tercatat mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat.
“Dari data ini menunjukkan masih banyak toilet siswa di Kabupaten Lebak yang mengalami kerusakan yang tentunya berdampak pada kenyamanan serta kesehatan peserta didik,” kata Kepala Disdik Lebak, Dodi Irawan, Selasa, 17 Februari 2026.
BACA JUGA : Berharap Ada Kepastian, Honorer Non-database di Pemkab Lebak Tetap Bekerja Meski Tak Digaji
Dodi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Disdik Lebak akan menjadikan persoalan toilet sekolah yang rusak tersebut menjadi fokus utama pihaknya untuk segerakan diselesaikan. Salah satu program yang ia luncurkan diantaranya ialah Getol Berseri atau Gerakan Toilet Bersih, Sehat, dan Asri.
Program itu dinilai akan efektif menangani persoalan tersebut secara bertahap untuk toilet yang tersebar di seluruh Kabupaten Lebak.
“Selama dua bulan saya bekerja di Dinas Pendidikan, salah satu hal yang menjadi konsentrasi kami adalah toilet. Data toilet menjadi acuan kami, sehingga kami meluncurkan program Getol Berseri,” jelas dia.
Di sisi lain, pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga sudah masuk rencana untuk mendukung pemeliharaan toilet tersebut. Pemanfaatan dana BOS diambil sebagai tindak lanjut Agara perawatan toilet atau fasilitas sanitasi di sekolah-sekolah bisa dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
“Kami usahakan masuk dalam pos pemeliharaan. Makanya, pemeliharaan toilet juga menjadi bagian yang ditampung dalam anggaran tersebut,” imbuhnya.
BACA JUGA : 400 Honorer Non Database di Kabupaten Lebak Terancam Dirumahkan
Selain pembiayaan, pengawasan juga menjadi perhatian. Dodi mengaku telah menginstruksikan para pengawas sekolah untuk rutin melakukan monitoring kondisi toilet di setiap satuan pendidikan. “Untuk pengawasan, kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman pengawas dan bidang-bidang lain. Kami meminta mereka untuk ikut serta melakukan pengawasan,” ujarnya. (***)















