BANTENRAYA.COM – Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Cipendeuy, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, menggunakan lahan kuburan atau Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Akibatnya, warga setempat mengeluhkan pembangun KDMP di Lebak tersebut hingga mendapatkan protes keras. Dalam sebuah video yang diterima Banten Raya, lahan yang rencana akan dibangun gedung KDMP tersebut sudah rata dan tempat bersebelahan dengan kuburan.
Selain beberapa, papan pembatas juga sudah terlihat di lokasi pembangunan tersebut.
“Begini lah pemakaman yang sudah lama kita jaga hancur, karena ada program KDMP di Lebak,” kata seseorang dalam suara video tersebut, Senin, 9 Februari 2026.
Sementara seorang warga mempertanyakan alasan lokasi pembangunan gedung KDMP di lahan kuburan warga.
Padahal, kata dia, Desa Cipendeuy memiliki banyak lahan kosong yang lebih layak dan etis untuk dimanfaatkan.
BACA JUGA : 400 Honorer Non Database di Kabupaten Lebak Terancam Dirumahkan
“Bukannya di lestarikan, dirapikan dan dilindungi, malah di acak-acakan gini coba perhitungannya. Padahal lah kosong banyak, kenapa kuburan yang dirusak,” kata dia.
Menurutnya, keberadaan gedung KDMP itu membuat banyak kuburan warga yang terancam tergusur.
Dia juga mengungkap bahwa lahan itu sendiri merupakan lahan wakaf yang sudah ada sejak sangat lama untuk dimanfaatkan warga sebagai kuburan umum
“Padahal program pemerintah, ko bisa ngacak-ngacak makam umum, ini makam bukan satu hari, tapi sudah ratusan tahun diwakafkan ke warga Cilajim, sama warga Cikadu. Pohon-pohon ditebangin, kuburan udah kena gusur, gimana coba solusinya ini. Bahkan yang mau pada jarah kuburan juga terhalang tidak bisa lewat, coba gimana ini. Gak begitu paham ini,” imbuhnya.
Tak sampai di situ, dia juga mengungkapkan bahwa rencana pembangunan gedung KDMP di atas lahan kuburan warga dilakukan secara sepihak tanpa adanya musyawarah dengan warga.
Dia dan warga lainnya mengaku kaget ketika lokasi kuburan sudah diratakan dengan tanah.
“Kita mah sudah susah payah lindungi makam biar rapih dan bagus, dikasih Menteri kehutanan. Makam udah berapa biji nih yang ke gusur, banyak,” ucapnya.
BACA JUGA : Bank Banten Perluas Kerja Sama Pengelolaan Keuangan BLUD Lebak
“Rencana pohon-pohon gede (besar) mau di tebang ini, kalau udah begini masyarakat bingung. Padahal rencana dulu yang di samping ini bukan makam, ko yang dibangun malah makam. Apa kira-kira merek cari lahan gratis,” sambungnya.
Selain itu, ia juga mengaku mendapat informasi bahwa sebagian warga ada yang demo di kantor desa, terkait gedung KDMP tersebut.
Mereka mendatangi kantor desa untuk menanyakan keputusan Pemerintah Desa membangun gedung Kopdes Merah Putih itu.
“Iya tadi ada yang demo soal itu di desa, mungkin karena tidak ada musyawarah dengan masyarakat,” tandasnya.
Sementara wartawan hingga pukul 20.00 WIB sedang mencoba menghubungi Kepala Desa Cipeundeuy, Feni namun belum mendapatkan jawaban. (***)















