BANTENRAYA.COM – Lurah Masigit Kota Cilegon Mulyadi berharap pelaku seni musisi di Kota Cilegon mendapatkan pembinaan dan berkembang pesat.
Diketahui selain menjadi Lurah Masigit, Mulyadi merupakan seorang musisi Cilegon dan gemar bermain alat musik sejak masih duduk di bangku SMP.
Bahkan saat ini dirinya memiliki sanggar seni musik di rumahnya dan memiliki komunitas yang gemar bermain musik di Kota Cilegon.
Lurah Masigit Mulyadi mengatakan, dirinya memiliki hampir semua alat musik di rumahnya yang dijadikan sebagai sanggar seni musik Cilegon.
Ia senang bermain keyboard dan gitar untuk berlatih sehari-hari bersama teman-teman komunitasnya.
“Saya kumpulkan teman-teman yang suka musik di Cilegon untuk bisa bermain di rumah menjadi wadah penyaluran bakat,” katanya kepada Banten Raya, Senin 9 Februari 2026.
BACA JUGA : Kang Nong Cilegon Diminta Aktif Promosi Wisata dan Budaya di Media Sosial
Bahkan dirinya tergabung dalam organisasi seperti Persatuan Artis Dangdut Musik Indonesia sebagai dewan pembina, Fans Of Rhoma Irama sebagai dewan pembina.
Hingga Persatuan Artis Pencipta Pemusik Republik Indonesia Banten sebagai Sekretaris Jenderal.
“Saya suka musik dari SMP karena ada alat musik jadi ingin mencoba, makanya sekarang punya ruah seninya,” ujarnya.
Mulyadi yang senang dengan musik turut menyoroti musisi di Kota Cilegon yang kurang dilakukannya pembinaan.
“Musisi di Cilegon itu bagus, semua genre masuk. Saya itu inginnya musisi di Cilegon ini diakui dan diberikan pembinaan,” jelasnya.
Menurutnya, musisi di Cilegon jarang dilirik oleh pemerintah maupun media untuk dapat dilakukan pembinaan maupun publikasi.
BACA JUGA : Disperindag Kota Cilegon Siapkan Pasar Blok F Jadi Kawasan Bebas Rentenir, Bakal Kerja Dama Lembaga Funding
“Memang di Cilegon ini musisinya jarang di lirik, padahal musisi Cilegon itu bisa tampil sampai ke nasional juga,” ungkanya.
Ia meyakini bahwa musisi di Kota Cilegon jika dapat dilatih dengan baik maka akan berkembang pesat.
Terutama dilakukannya pembinaan dari mulai anak-anak Kota Cilegon sejak masih usia sekolah.
“Sehatusnya dari mulai jaman sekolah sudah bisa dilakukan pembinaan hingga ketika dewasa nanti bisa dikembangkan menjadi lebih baik,” pungkasnya. (***)















