BANTENRAYA.COM – Gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda perairan Selatan Kabupaten Lebak dalam beberapa pekan terakhir memaksa ribuan nelayan memilih bertahan di darat.
Kondisi cuaca ekstrem dinilai terlalu berisiko untuk aktivitas melaut, terutama bagi nelayan tradisional.
Berdasarkan informasi, akibat cuaca buruk ini, aktivitas nelayan di sepanjang garis pantai selatan Lebak mengalami penurunan signifikan.
BACA JUGA: Prediksi 14 Pejabat Eselon II Kota Cilegon Bakal Dilantik, Bendahara Daerah Dikosongkan
Dari sekitar 3.700 nelayan yang tersebar di wilayah Binuangeun, Karangmalang, Bagedur, Cihara, Suka Hujan, Pasput, Cibobos, Panggarangan, Bayah, Karangtaraje, Pulomanuk hingga Sawarna, hanya sebagian kecil yang masih berani turun ke laut.
Salah seorang layan asal Kecamatan Bayah, Amran mengungkapkan bahwa situasi laut saat ini jauh dari kata aman.
Selain menerima imbauan dari organisasi nelayan, mereka juga melihat langsung perubahan cuaca yang cepat dan sulit diprediksi.
“Sudah hampir sebulan laut tidak bersahabat. Angin kencang, ombak besar, sangat membahayakan. Kami diminta untuk lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri,” kata Amran dihubungi, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menyebutkan, ketinggian gelombang di beberapa titik perairan selatan Lebak diperkirakan mencapai 3,6 – 4 meter, disertai arus laut yang kuat.
Kondisi tersebut tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga membuat hasil tangkapan ikan menurun drastis.
“Kalaupun nekat melaut, hasilnya tidak sebanding dengan biaya. Solar habis, tenaga terkuras, tapi ikan hampir tidak ada,” ujarnya.
Nelayan lainnya, Anwar mengungkapkan bahwa sebagian besar nelayan memilih menambatkan perahu dan menunggu kondisi kembali normal.
Bagi mereka, keselamatan menjadi prioritas utama dibandingkan memaksakan mencari nafkah di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Untuk bisa bertahan, beberapa nelayan sementara beralih profesi ke pekerjaan serabutan, bertani, bahkan beberapa ada yang harus menguras tabungannya untuk bisa makan.
“Kalau cuaca buruk, nelayan jadi tidak menentu. Kalau yang punya tabungan, ya mereka gunakan, yang lainnya alih profesi sementara,” kata Anwar.
Menurut Anwar, kondisi ini sendiri merupakan siklus tahunan lantaran pada bulan-bulan tertentu, cuaca buruk selalu menghantuiku pesisir selatan Lebak.
Anwar berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah serta pihak terkait, baik melalui informasi cuaca yang lebih intensif maupun langkah-langkah antisipatif untuk membantu nelayan bertahan selama masa sulit ini. (aldi)















