BANTENRAYA.COM – Ruang kelas dan toilet tertimpa longsor, sebanyak 180 orang siswa SMPN 15 Cilegon saat ini menumpang di SDN Cikuasa 2.
Peristiwa longsor yang menimpa ruang kelas dan toilet di SMPN 15 Cilegon telah terjadi pada Sabtu 31 Januari 2026 kemarin.
Terpantau di lapangan, terdapat 3 ruang kelas dan toilet yang terdampak dari bencana longsor 2 hari yang lalu mulai dari rusaknya bangunan, jendela, kursi, hingga hiasan kelas lainnya.
Kepala SMPN 15 Cilegon Arif Budiman mengatakan, longsor terjadi saat momen akhir pekan terjadi pada Sabtu 31 Januari 2026 kemarin pukul 06.30 WIB.
“Posisinya saat longsor itu sedang libur akhir pekan, Alhamdulillah ga ada korban jiwa. Justru hari Jumat aja di sini masih ada rapat,” katanya kepada Banten Raya saat ditemui, Senin 2 Februari 2026.
Saat ini sedang memasuki tahap perbaikan, namun tetap tidak diperkenankan siapapun untuk mendekat ke ruang kelas tersebut.
BACA JUGA : Longsor Akibatkan 3 Ruang Kelas SMPN 15 Rusak, Proses KBM Siswa Bakal Dialihkan ke SDN Cikuasa Atas
“Lagi masa perbaikan dan ngaruh ke bangunan masih pada getar-getar, makanya dilarang masuk ke ruang kelas dulu takut roboh lagi,” ungkapnya.
Imbas dari longsor di SMPN 15 Cilegon tersebut, sebanyak 180 siswa dialihkan kegiatan pembelajarannya di SDN Cikuasa 2.
“Karena lokasi di sini juga tidak memungkinkan untuk belajar, jadi kami menumpang dulu di SDN Cikuasa 2,” tuturnya.
Kondisi SMPN 15 Cilegon dinding tembok ruang kelasnya tertimpa dampak longsor, maka mengkhawatirkan rawan terjadinya longsor kembali.
“Supaya lebih aman dan belajar nyaman, maka kita pindahkan dulu ke SDN Cikuasa 2,” ucapnya.
Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan SDN Cikuasa 2 untuk dapat mengizinkan para siswa belajar di sekolah tersebut.
“Kami sudah koordinasi dengan SDN Cikuasa 2, dan diberikan waktu kegiatan belajarnya pada siang hari, setelah anak SD pulang,” jelasnya.
BACA JUGA : Hampir Dua Pekan Pasca Longsor, Warga Padarincang Masih Bertahan di Pengungsian
Arif belum mengetahui kegiatan belajar di SDN Cikuasa 2 akan berlangsung berapa lama, karena menunggu proses perbaikan selesai.
Kata dia, perbaikan bangunan yang tertimpa longsor dilakukan langsung oleh pihak Dindikbud Cilegon.
“Semoga tidak lama perbaikannya, karena bantuan ini langsung dari Dindik, kami hanya membantu mengawasi proses pengerjaannya saja,” ujarnya.
Untuk diketahui juga, SMPN 15 Cilegon terdapat 3 ruang kelas tambahan yang baru tetapi belum dapat digunakan.
“3 kelas di lantai atas itu ada sejak tahun 2025, tapi belum digunakan masih finishing, belum ada mebelernya,” pungkasnya. (***)

















