BANTENRAYA.COM – Warga Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang masih tinggal di tempat pengungsian hampir dua pekan sejak adanya bencana longsor pada 6 Januari 2026.
Para anak-anak belum bisa melaksanakan sekolah Madrasah Diniyah pada waktu siang karena lokasi sekolahnya digunakan untuk tempat pengungsian.
Kepala Desa Kadubeureum Udin mengatakan, saat ini kondisi warga lebih kondusif dan sudah beraktifitas seperti pergi bertani bahkan sering bolak-balik ke rumah masing-masing.
BACA JUGA: IPSI Cilegon Seleksi 40 Atlet Silat Muda Jelang Popda Banten 2026
“Warga sudah tidak panik lagi, sekarang sudah agak tenangan, walaupun rasa was-was masih ada ketika hujan deras.Takutnya ada longsor susulan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin 19 Januari 2026.
Ia menjelaskan, sempat ada longsor susulan di sekitar area Gunung Kaupas namun tidak separah saat kejadian hari pertama longsor. Saat ini beberapa kebutuhan pokok juga mengalami kekurangan
“Kalau logistik alhamdulillah stok masih ada, paling kayak tabung gasnya, airineral dan kopi. Yang ngungsi kurang lebih ada 367 orang,” katanya.
Pada Siang hari, para warga menjalankan aktivitasnya seperti pulang untuk bersih-bersih rumah dan pergi ke ladang atau sawah untuk mencari penghasilan.
“Siang kalau yang punya aktivitas paling ke sawah gitu. Pulang ke rumahnya untuk beres-beres rumah dan mencuci, kalau beres balik lagi ke pungsian,” jelasnya.
Udin menuturkan, warga juga sempat kena gatal-gatal tetapi tim kesehatan baik dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang sudah bisa menangani.
“Dari Bildokkes Polda Banten pada turun ke sini alhamdulillah. Pengobatan dari di Kodim juga datang ke sini. Kalau aktivitas sekolah masih bisa di untuk SD SMP dan SMA,” paparnya.
Namun sayangnya siswa Madrasah Diniyah belum bisa memulai pembelajaran seperti biasanya karena lokasinya digunakan untuk tempat penguy warga.
“Madrasahnyakan di tempat dan dipakai untuk pengungsian. Jadi enggak bisa buat belajar. Jadi pulang sekolah mah alhamdulillah main, kebetulan kemarin banyak relawan yang datang untuk menghibur warga,” tuturnya. ****















