BANTENRAYA.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak akhirnya buka suara usai jembatan gantung penghubung Desa Cilangkap, Kecamatan Wanasalam dan Desa Sinanghati, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak ambruk.
DPUPR mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak tidak memiliki anggaran untuk perbaikan.
Kepala DPUPR Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi menyebut bahwa pihaknya akan mengusulkan pembangunan jembatan gantung tersebut ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
“Untuk pembangunannya, kami akan mencoba mengusulkan bantuan ke Pemerintah Provinsi Banten, karena di APBD Lebak tahun 2026 belum ada alokasi anggaran untuk perbaikan maupun pembangunan jembatan,” kata Dade dihubungi, Kamis, 22 Januari 2026.
BACA JUGA: Indeks Demokrasi Banten Didorong Tembus Kategori Tinggi
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, Muammar Adi Prasetya mengaku prihatin usai kejadian ambruknya jembatan tersebut yang turut membuat lima siswa SMP tercebur ke sungai hingga luka-luka saat tengah melintas.
Menurut Muammar, ada banyak sekali jembatan gantung di Kabupaten Lebak yang sudah mengalami kerusakan.
Untuk itu, dia meminta agar Pemkab Lebak menginventarisir jembatan yang ada di Lebak termasuk kerusakan yang dialami.
“Makanya data jumlah jembatan itu harus dimiliki oleh Pemkab Lebak biar bisa menentukan strategi perbaikan. Ya itu pentingnya data. Semua kan berangkat dari data,” kata Muammar.
Terkait kondisi ini, Muammar memintai agar Pemkab Lebak harus lebih kreatif untuk memperbaiki jembatan rusak di Kabupaten Lebak meski tidak melalui APBD.
Ada banyak opsi ajuan bantuan pembangunan infrastruktur, mulai dari Pemprov, pemerintah pusat, hingga pihak swasta.
Sebelumnya diberitakan jembatan gantung penghubung Desa Cilangkap, Kecamatan Wanasalam dan Desa Sinanghati, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak dilaporkan ambruk. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.15 WIB, Rabu (21/1/2026).
Akibat kejadian itu, lima siswa dari SMP Negeri 3 Wanasalam yang tengah melintas saat hendak pulang dari sekolah ikut tercebur ke sungai bersama tiga unit motor yang ditumpangi.
“Korban bersama tiga unit motornya terjatuh ke sungai deras, saat pulang sekolah,” kata anggota DPRD Banten yang berada di lokasi, Musa Weliansyah dihubungi.
Musa mengungkapkan usai terjatuh, dua korban mengalami luka ringan sementara satu siswa harus dilarikan ke RSUD Malingping.
“Semua korban selamat,” imbuhnya.
Musa bilang, ambruknya jembatan gantung itu terjadi lantaran kondisinya yang sudah ringkih dan setidaknya sudah 10 tahun tak tersentuh perbaikan.
Menurut Musa, jembatan tersebut memiliki peran yang sangat vital, khususnya masyarakat yang berada di dua desa yang dihubungkan jembatan tersebut.
“Harapannya segera dibangun lagi, karena sudah rusak. Dan ini sudah beberapa kali diusulkan, tapi belum pernah terlaksana hingga ambruk sekarang ini,” tandasnya. ***


















