BANTENRAYA.COM – SMP Negeri 22 Kota Serang kembali membuktikan kepeduliannya terhadap isu lingkungan melalui aksi nyata.
Aksi nyata yang dilakukan oleh sekolah yang berlokasi di Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, ini menggelar agenda penimbangan sampah rutin bulanan, Rabu 21 Januari 2026.
Penimbangan sampah bagian dari program unggulan digitalisasi pilah sampah sebuah inovasi pengelolaan limbah sekolah yang bekerja sama dengan Bank Sampah Digital (BSD) Kota Serang.
BACA JUGA: Drama The Judge Return Episode 7 Sub Indo: Spoiler Lengkap dengan Jadwal Tayang
Program yang telah menjadi budaya positif di sekolah ini merupakan ide kreatif yang dicetuskan oleh salah satu guru SMPN 22 Kota Serang, Ari Cahyani.
Melalui inisiatif ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai barang sisa, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan edukasi jika dikelola secara digital.
Komitmen Kepemimpinan dan Antusiasme Siswa
Kepala SMPN 22 Kota Serang, Memi Meidayati, memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan program ini.
Menurutnya, sinergi antara teknologi dan pelestarian lingkungan sangat penting untuk diajarkan kepada generasi muda sejak dini.
“Kami sangat bangga dengan konsistensi seluruh warga sekolah. Dengan dukungan penuh dari para guru dan semangat para siswa, kegiatan penimbangan rutin setiap bulan
ini dapat berjalan lancar. Ini adalah langkah nyata kami dalam menciptakan ekosistem sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Memi Meidayati.
Edukasi Berbasis Digital
Dalam pelaksanaannya, setiap siswa membawa sampah anorganik yang telah dipilah, seperti plastik, kertas, dan botol bekas.
Sampah tersebut kemudian ditimbang dan hasilnya dicatat secara digital melalui sistem Bank Sampah Digital.
Ari Cahyani, selaku pencetus program berharap, melalui digitalisasi ini, siswa dapat melihat langsung dampak positif dari kebiasaan memilah sampah.
“Tujuannya agar siswa merasa memiliki tanggung jawab. Digitalisasi memudahkan pencatatan sehingga mereka lebih termotivasi untuk terus memilah sampah baik di sekolah maupun di rumah,” jelasnya.
Melalui sistem digitalisasi, para siswa dapat memantau langsung kontribusi mereka terhadap lingkungan melalui saldo yang tercatat di aplikasi atau buku tabungan digital.
Hal ini dinilai efektif dalam memotivasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu perubahan iklim dan kebersihan kota.
Pihak Bank Sampah Digital Kota Serang mengapresiasi konsistensi SMPN 22 Kota Serang yang rutin melakukan penimbangan setiap satu bulan sekali.
Sinergi ini diharapkan menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Kota Serang dalam mengimplementasikan sekolah hijau (green school) yang melek teknologi.
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa dan seluruh staf pengajar ini diharapkan mampu menjadikan SMPN 22 Kota Serang sebagai pionir sekolah hijau di Kota Serang yang sukses mengintegrasikan teknologi dalam menjaga kelestarian alam.
Dengan adanya program ini, SMPN 22 Kota Serang tidak hanya mencetak prestasi akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang bertanggung jawab terhadap bumi. ***















