BANTENRAYA.COM – Di tengah riuhnya tren kuliner mahal dan kafe estetik, sebuah saung sederhana di jantung Kota Pandeglang justru memilih jalan berbeda.
Namanya Saung Kita Cikupa Resto and Café, tempat makan yang berani memegang prinsip langka hari ini: mengutamakan rasa dan memuliakan tamu, bukan mengejar harga.
Baru berdiri sekitar tiga bulan, Saung Kita Cikupa yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kompleks Cikupa, Kabupaten Pandeglang, perlahan mencuri perhatian.
BACA JUGA: Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan, SMPN 22 Kota Serang Rutinkan Program Digitalisasi Pilah Sampah
Bukan karena gemerlap dekorasi atau promosi besar-besaran, melainkan karena cerita di balik menunya dan satu hal yang membuat banyak orang tak percaya: kopi seribu Rupiah.
Kopi Seribu
Di banyak tempat, seribu rupiah nyaris tak bernilai. Namun di Saung Kita Cikupa, angka itu justru menjadi simbol filosofi.
Kopi seharga Rp1.000 disajikan bukan dengan gelas plastik ala pinggir jalan, melainkan dalam cangkir keramik cantik, seperti sajian kopi di coffee shop modern.
“Awalnya karyawan mau menyajikan pakai gelas plastik,” kenang Indah Prihanande, owner Saung Kita. “Saya larang. Siapa pun yang datang ke sini adalah tamu. Mau beli seribu atau seratus ribu, tetap harus dihormati.”
Pertanyaan klasik pun kerap muncul: Apa untungnya jual kopi seribu? Indah hanya tersenyum. Barangkali, kopi itu memang bukan soal laba. Lebih mirip sedekah atau cara sederhana untuk memuliakan manusia.
Selain kopi seribu, Saung Kita Cikupa juga menghidangkan aneka makanan khas Pandeglang yang jarang ditemui di restoran. Sebut saja angeun lada dan gemblong cocol semur daging, dua menu tradisional yang nyaris selalu hadir di dapur rumah warga Pandeglang.
Menu Nusantara lain seperti nasi liwet, nasi goreng, hingga beragam minuman turut melengkapi pilihan. Cita rasanya sengaja dibuat seperti masakan rumahan yang hangat, jujur, dan tanpa dibuat-buat.
Saung Kita lahir dari kegemaran sang pemilik memasak dan berkumpul bersama teman. Indah meniatkan tempat ini sebagai ruang temu, bukan sekadar restoran untuk mengumpulkan cuan.
Paling tidak, ketika teman-temannya ingin bertemu dia bisa memilih restorannya sebagai tempat berkumpul.
Tak hanya tempat makan, Saung Kita Cikupa juga memiliki aula untuk rapat dan pertemuan, serta halaman luas yang kerap dilirik sebagai lokasi pernikahan.
Bahkan, paket wedding pun sudah disiapkan karena Indah juga memiliki usaha di bidang wedding.
Secara geografis, Saung Kita Cikupa berada tepat di pusat kota Pandeglang. Namun lokasinya yang agak tersembunyi membuat suasana di dalam terasa tenang, jauh dari hiruk-pikuk lalu lintas.
Mudah dijangkau, tetapi tetap memberi rasa privat, sebuah kombinasi yang jarang ditemui.
Dari kopi seribu Rupiah hingga masakan khas daerah, dari saung sederhana hingga aula pernikahan, Saung Kita Cikupa bukan sekadar tempat makan. Dia adalah cerita tentang rasa, sikap, dan cara memanusiakan manusia, sesuatu yang nilainya jauh lebih mahal dari sekadar harga di daftar menu. *















