BANTENRAYA.COM – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak berhasil meraih juara satu Gapoktan Berprestasi tingkat Provinsi Banten yang digelar akhir tahun lalu.
Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik menyebut bahwa keberhasilan itu dicapai usai Gapoktan Bayah Timur berhasil meningkatkan hasil produksi pertanian padi setelah memanfaatkan pupuk organik.
Para petani padi yang tergabung dalam Gapoktan Bayah Timur sendiri berhasil dalam menciptakan pupuk organik usai mereka mengikuti kegiatan program Sekolah Lapang yang digagas Kementerian Pertanian belum lama ini.
BACA JUGA: Kembangkan Wisata Sumur Tujuh, Pemdes Lebakwana Siapkan Dana Rp200 Juta
Sekolah Lapang sendiri merupakan metode penyuluhan pertanian partisipatif yang berbasis pengalaman langsung di lahan untuk meningkatkan kompetensi petani, mendorong inovasi, dan memperkuat ketahanan pangan.
“Potensi pertanian di Bayah Timur terus kita dorong untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Salah satu keberhasilan kami setelah Gapoktan Bayah Timur Juara satu tingkat provinsi,” kata Rafik kepada Banten Raya, Rabu, 21 Januari 2026.
Rafik menyebut, keberhasilan terbesar dari hasil Sekolah Lapang yang diikuti petani di desanya sendiri ialah para petani berhasil mengurangi 50 persen ketergantungan penggunaan pupuk kimia.
BACA JUGA: Liga Champions Galatasaray vs Atletico Madrid, Los Colchoneros Datang dengan Kondisi yang Lebih Baik
Hasilnya, jika biasanya satu hektare sawah di Bayah Timur menghasilkan sekitar 6 sampai 7 ton, penggunaan pupuk organik dapat mendongkrak produksi hingga di angka 10,2 ton padi per hektare.
“Kalau total lahan sawah di Bayah Timur sendiri tidak terlalu besar lah ya, hanya sekitar 35 hektare dan yang terbaik itu ada di blok Legon, itu yang dapat juara kemarin,” imbuhnya.
Di sisi lain, Rafik mengungkapkan bahwa di tahun 2026 ini pihaknya memiliki sejumlah tantangan untuk mengembangkan industri pertanian di desanya. Salah satunya ialah adanya pengalihan dana desa untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Kendati begitu, Rafik menyebut bahwa kebijakan anggaran dari Presiden Indonesia tidak menyurutkan pihaknya untuk terus meningkatkan produktifitas pertanian di Bayah Timur.
“Apalagi sistem sudah kita bangun dari awal. Tinggal kita jalankan,” tandasnya. ***



















