BANTENRAYA.COM – Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas meninjau pendistribusian menu Makan Bergizi Gratis atau MBG di Yayasan Syifa Fikriya di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang pada Jumat, 9 Januari 2026.
Dalam kegiatan itu Najib menerima berbagai aspirasi para siswa seperti minta nambah nasi bahkan terdapat beberapa siswa yang belum terbiasa makan nasi.
Najib mengatakan, walaupun sudah beroperasi namun Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Syifa Fikriya belum memiliki sertifikat laik higiene sanitasi atau SLHS.
“Secara porsi sudah cukup dan rasa juga sudah pas. Tinggal manajemen dapur yang perlu di tindaklanjuti seperti sertifikat laik higiene sanitasi,” ujarnya.
SLHS itu harus diterbitkan untuk memastikan makanan yang disajikan sehat dan kandungnya sesuai dengan porsi makanan yang diberikan kepada anak-anak.
BACA JUGA: Najib Hamas: Peraih Nilai Tertinggi Open Bidding Belum Tentu Dilantik Jadi Eselon II
“Untuk memastikan bahwa kualitas makanan itu adalah higienis. Karena tadi ada beberapa siswa yang antusias untuk menerima MBG, intinya MBG ini adalah program prioritas Bapak Presiden Prabowo dan harus kita sukseskan,” katanya.
Najib menuturkan, ada dua orang siswa yang belum terbiasa makan nasi sehingga hanya mengkonsumsi makanan menu kain seperti susu dan buah-buahan.
“Jadi nanti kita coba edukasi ada satu dua orang enggak biasa makan nasi. Tetapi protein susu mereka minum setiap hari. Nanti dibiasakan untuk sarapan atau makan nasi,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, jumlah dapur SPPG di Kabupaten Serang Baru 55 dari jumlah kebutuhan dapur SPPG sebanyak 120 dapur dan yang sudah punya SLHS ada 30 dapur.
“Nanti akan bertahap, setiap pekan ada dapur yang beroperasi sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Dari 55 itu ada 30 yang sudah memiliki SLHS,” paparnya.
BACA JUGA: Wali Murid di Kota Serang Malas Ambil MBG di Waktu Libur Sekolah
Ketua Yayasan Syifa Fikriya Sujimin mengatakan, pekerja di dapur SPPG akan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pada hati Kamis 14 Januari 2026.
“Bimtek terkait dengan beberapa sertifikasi yang dipersyaratkan oleh pemerintah. Adapun kalau chef-nya kita sudah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikat Profesi,” ujarnya.
Untuk siswa yang tidak suka makan nasi pihaknya bakan berupaya mengedukasi supaya bisa membiasakan untuk makan nasi.
“Ikhtiar sekolahan dalam hal ini guru tentu akan mengedukasi beberapa anak yang tidak suka nasi. Kita juga akan disampaikan ke orang tua yang bersangkutan,” katanya.***

















