BANTENRAYA.COM – Puluhan hektare tanaman padi di Pandeglang Selatan, terancam rusak pascaterdampak bencana banjir beberapa hari lalu.
Tanaman padi milik petani yang sempat terendam banjir rata-rata berumur satu bulan, memasuki masa panen, hingga persemaian.
Kepala Desa Idaman, Kecamatan Patia, Ilman mengatakan, berdasarkan pendataan pascabanjir, ada beberapa hektare tanaman padi milik petani yang rusak.
Data kerusakan padi tersebut sudah dilaporkan kepada dinas terkait. “Mungkin ada sekitar satu hektare padi yang terkena banjir,” kata Ilman, Kamis (8/1).
Dikatakannya, bencana banjir yang sempat menerjang desanya merendam tanaman padi milik petani di sejumlah kampung. Kemungkinan tanaman padi tersebut terancam rusak.
“Sebagian padi ada yang rusak dan ada juga yang bagus, tapi semoga saja tidak banyak padi yang mati,” ujarnya.
BACA JUGA : Kabupaten Pandeglang Berpotensi Diterjang Hujan
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Nuridawati menerangkan, berdasarkan data, tercatat ada puluhan hektare tanaman padi milik petani yang rusak pascabanjir.
Lahan sawah petani tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Patia, Cikeusik, Cisata, Saketi, Carita, Pagelaran, dan Picung.
“Total lahan sawah yang terkena banjir kemarin, seluas 1045 hektare, dan padi yang terancam gagal panen atau rusak sekitar 21 hektare,” terangnya.
Untuk penanganan tanaman padi yang terancam gagal panen, kata Nurida, dinasnya akan mengupayakan bantuan benih padi untuk para petani yang tanamannya rusak terdampak bencana banjir.
“Kami sudah mengusulkan bantuan benih padi sebanyak 525 kilogram. Kami sudah usulkan bantuan benih padi, mudah-mudahan cepat terealisasi sehingga petani bisa melakukan tanam lagi,” ujarnya. (***)

















