BANTENRAYA.COM – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah atau yang biasa disapa Zakiyah turun langsung meninjau warga yang terdampak longsor Desa Kadubeurem, Kecamatan Padarincang dan di Desa Sasahan, Kecamatan Waringinankurung.
Zakiyah memastikan ada penanganan serius dari Pemkab Serang terhadap wilayah yang terdampak longsor.
Zakiyah mengatakan, ada sekitar 500 jiwa mulai dari anak-anak hingga lansia yang sudah dievakuasi karena kondisi longsor yang terjadi di Kecamatan Padarincang.
“Kami mengevakuasi warga di tempat yang lebih aman. Karena kondisinya tentu sangat mengkhawatirkan dan sangat berbahaya,” ujarnya, Rabu, 7 Januari 2026.
Untuk melakukan penanganan sementara pihaknya mengevakuasi warga ke tempat yang lebih amat sampai petugas mengizinkan kembali ke rumahnya masing-masing.
BACA JUGA: Tinjau Longsor di Padarincang, Najib Hamas Pastikan Penanganan Dilakukan dengan Cepat
“Saya khawatir juga longsor lagi, semoga curah hujannya cepat berhenti. Kita siapkan sembako, makanan dan kebutuhan bayi, kalau keadaan sudah memungkinkan dan sudah aman, mereka akan kembali,” katanya.
Ia menuturkan, untuk melakukan penanganan longsor pada dataran tinggi membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.
“Sambil kita asesmen, karena namanya pegunungan dan lumayan tinggi juga. Jadi enggak bisa pemerintah daerah mengurus sendiri, jadi kita perlu kolaborasi, perlu bantuan semua pihak,” jelasnya.
Pelaksana tugas atau Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang Febrianto mengatakan, lokasi longsor telah dipantau melalui udara dengan drone dan akan dilakukan riset untuk dilakukan penanganan.
“Tinggal kita riset bareng-bareng dengan BPBD, kita akan kerja sama. Insya Allah besok (hari ini-red) sudah ada sedikit pemetaan dari hasil riset kita,” ungkapnya.
BACA JUGA: Benahi Bangunan Terkena Longsor di Ciwedus, Kecamatan Cilegon Berikan Bantuan Material
Pihaknya juga belum bisa mendatangi lokasi yang longsor karena kondisi tanah masih labil dan dikhawatirkan longsor kembali.
“Kalau kita masuk dan ada getaran alat berat itu berpotensi mengakibatkan longsor susulan. Saran Ibu Bupati minta ditunggu sampai tanahnya kering, alat berat enggak dikirim ke sana dan hanya penanganan manual saja,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajata mengungkapnya, Gunung Kaupas yang longsor tersebut awalnya banyak pohon besar seperti cengkeh, namun berubah menjadi tanaman albasiah.
“Itu informasi yang saya dapat. Nanti setelah kita evakuasi, kita gelar rapat terbatas dengan OPD terkait untuk memetakan penanganannya,” ujarnya.***















