BANTENRAYA.COM – Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas meninjau warga yang terdampak bencana longsor Gunung Kaupas di Desa Kadubeurem, Kecamatan Padarincang pada Selasa 6 Januari 2026.
Hal tersebut juga dilakukan untuk memastikan masyarakat aman dan memastikan penanganan bencana longsor tersebut.
Bencana longsor di lereng Gunung Kaupas terjadi pada Selasa 6 Januari 2026 sekira pukul 10.40 WIB yang sempat mengakibatkan kepanikan warga Kampung Cibodas.
BACA JUGA: NL Scholarship Buka Beasiswa Akses Studi S1 dan S2 di Belanda
Untuk sementara warga mengungsi di Gedung Madrasah Roudhotunnajah, yang berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman sebelumnya.
Adapun jumlah warga yang dievakuasi terdiri dari 31 lansia, 21 balita, dan 4 ibu hamil, sementara 218 lainnya merupakan kelompok dewasa dan anak-anak dan juga kelompok rentan.
Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut dan para pengungsi berada dalam kondisi aman serta terus mendapatkan pendampingan hingga pemantauan dari tim gabungan di lapangan.
Najib Hamas mengatakan, warga juga telah diberikan makanan siap saji dan mendirikan dapur umum supaya kebutuhan gizi bagi bayi dan anak bisa diberikan.
“Saya mendapatkan laporan adanya longsor ini beberapa menit setelah kejadian, dan saya langsung berkoordinasi dengan Ibu Bupati serta stakeholder terkait,” ujarnya.
Pihaknya memastikan, warga sudah dilakukan evakuasi oleh Tim Gabungan dari TNI-Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) , Muspika, pemerintahan desa, serta relawan lainnya.
“Saya hadir malam ini setelah menyelesaikan beberapa agenda kegiatan kedinasan, untuk memastikan kebutuhan warga segera diatasi,” katanya.
Usai meninjau lokasi pengungsian, Najib Hamas juga meninjau langsung lokasi terdekat titik longsor dan memastikan tidak ada longsor susulan.
Namun, ia meminta tim gabungan untuk tetap berjaga-jaga di sekitar lokasi untuk memantau potensi longsor susulan terjadi.
Najib Hamas juga mengajak tim gabungan beserta masyarakat berdoa bersama untuk keselamatan dan keamanan dari bencana alam lainnya. ***

















