BANTENRAYA.COM – Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Provinsi atau Pemprov Banten memastikan kondisi ketahanan pangan di Banten dalam keadaan aman.
Hal itu dikarenakan ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah atau CPP saat ini telah mencapai 412 ton, yang mana jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan termasuk menjelang bulan suci ramadan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan atau DKPP Provinsi Banten, M Nasir mengatakan, stok pangan tersebut masih sangat memadai dan belum menunjukkan adanya tekanan, baik dari sisi pasokan maupun kebutuhan intervensi.
“Tahun ini memang stok cadangan pangan kita ada 412 ton dan itu alhamdulillah lebih dari cukup. Dalam awal tahun ini juga akan segera kita lakukan pengadaan kembali, walaupun tidak terlalu besar karena stok kita masih banyak,” ujar Nasir, Rabu, 7 Januari 2026.
Menurut Nasir, meskipun dalam kondisi berlebih, akan tetapi cadangan pangan tidak serta-merta dikeluarkan begitu saja, karena untuk bisa menggelontorkan cadangan pangan harus berdasarkan hasil kajian Harga Pangan Pokok atau HPG serta pemetaan wilayah rawan pangan.
BACA JUGA: Naik 17.504 Ton, Produksi Padi 2025 di Kabupaten Serang Tembus 500 Ribu Ton
Jika hasil analisis menunjukkan perlunya intervensi, penyaluran akan dilakukan melalui mekanisme surat tugas dari Gubernur Banten.
“Kalau memang ada hasil kajian dan wilayahnya masuk kategori rawan pangan, itu bisa kita intervensi lewat CPB atas dasar perintah Pak Gubernur,” katanya.
Selain berbasis kajian, Nasir juga menyebutkan pola penanganan yang membuka ruang usulan dari bawah atau bottom up.
Pemprov Banten, kata dia, siap merespons permintaan bantuan dari wilayah yang mengalami kondisi khusus, seperti gangguan aktivitas ekonomi atau gagal melaut akibat cuaca ekstrem.
“Sepanjang Pak Gubernur memerintahkan untuk mengeluarkan CPB, kami siap mendukung wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ucapnya.
BACA JUGA: 762 Hektare Lahan Padi di Kabupaten Serang Terendam Banjir, 99 Hektare Puso
Lebih lanjut Nasir menyampaikan, untuk kebutuhan menjelang bulan puasa, pihaknya memastikan jika ketersediaan pangan di Banten tetap aman.
Selain cadangan daerah yang masih kuat, panen di sejumlah wilayah juga mulai berlangsung, seperti di Kabupaten Pandeglang.
“Kalau melihat kondisi saat ini, insyaallah stok pangan kita aman. Panen sudah mulai jalan, stok nasional juga banyak, dan di Bulog belum ada pengeluaran,” jelas Nasir.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa ketahanan pangan Banten juga diperkuat oleh peningkatan signifikan pada sektor produksi.
Ia mengungkapkan luas panen padi di Banten pada 2025 meningkat 16,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Distan Banten Ajukan 70 KM Jalan Usaha Tani, Pembangunan Difokuskan pada Sentra Padi
“Luas panen meningkat dari sekitar 299 ribu hektare menjadi 349.228 hektare, dan produksi padi naik menjadi 1,8 juta ton atau meningkat sekitar 261 ribu ton,” kata Andra.
Ia menjelaskan, peningkatan produksi tersebut didorong oleh kebijakan nasional yang berpihak pada petani, seperti penurunan harga pupuk dan penetapan harga beli gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, serta perbaikan jaringan irigasi oleh pemerintah pusat dan daerah.
Di tengah tingginya minat investasi industri, Andra menegaskan Pemprov Banten tetap konsisten menjaga kawasan pertanian melalui kebijakan tata ruang dan perlindungan lahan sawah.
Bahkan, pemerintah daerah tengah mengupayakan pencetakan sawah baru untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.
“Dengan dukungan Forkopimda, insyaallah kita akan terus meningkatkan produksi padi di tahun 2026 dan menjaga ketahanan pangan Banten agar tetap berkelanjutan,” pungkas Andra.***

















