BANTENRAYA.COM – Dalam upaya mencegah banjir di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon dengan perbaikan drainase yang ditargetkan akan selesai pada 2 bulan.
Plt Sekretaris Daerah atau Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade bersama perwakilan industri di Kecamatan Ciwandan telah melakukan peninjauan lokasi langganan banjir di Jalan Raya Anyer, Lingkungan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan pada Rabu, 7 Januari 2026.
Diketahui di wilayah Lingkungan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, menjadi salah satu wilayah langganan banjir di Kota Cilegon.
Saat hujan deras pada pekan lalu di Kota Cilegon, Kecamatan Ciwandan menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak yang paling parah.
Ahmad Aziz Setia Ade mengatakan, bersama para industri di Ciwandan, pihaknya melakukan peninjauan terhadap lokasi yang mejadi langganan banjir.
BACA JUGA: 12.533 Warga Cilegon Terdampak Banjir Belum Terima Bantuan Pemerintah
“Kami bersama para industri telah melakukan peninjauan lokasi banjir, ini sebagai langkah untuk mengantisipasi banjir di kemudian hari,” katanya kepada Banten Raya, Rabu 7 Januari 2026.
Ia melakukan, peninjauan di drainase-drainase yang menyebabkan banjir di Lingkungan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan.
Berdasarkan hasil tinjauannya, pihaknya telah menemukan terdapat beberapa drainase yang menyempit sehingga menjadi penyebab banjir di Kecamatan Ciwandan.
“Kita sama-sama meninjau, dan menemukan drainase yang dimensinya kurang besar sehingga ini mejadi penyebab banjir di Ciwandan,” terangnya.
BACA JUGA: Posko DU di Cilegon Resmi Ditutup, 9.722 Nasi Bungkus Didistribusikan untuk Warga Terdampak Banjir
Oleh Karena itu, Aziz meminta kepada industri di Ciwandan yang memiliki drainase untuk aliran air ke laut supaya dapat segera memperbaiki.
Tenggat waktu perbaikan drainase tersebut diberikan dalam waktu selama 2 bulan ke depan.
“Dari pihak industri dimohon besok sudah mulai melaksanakan pembersihan drainase, nanti akan kita pantau dan laporkan ke Pak Walikota,” ujarnya.
Menurutnya, apabila industri tidak memperbaiki drainase yang menjadi penyebab banjir pihaknya tidak akan segan-segan memberikan teguran secara tertulis.
“Semua pihak harus saling bekerja sama, besok sudah mulai progres pembersihan dan perbaikan drainase,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan industri di Ciwandan Helmi mengungkapkan, perbaikan drainase tersebut sangat penting dilakukan untuk pencegahan bajir pada saat musim hujan.
“Perbaikan drainase ini sangat penting dilakukan bagi industri untuk mencegah terjadinya banjir,” ungkapnya.
Para industri saling berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Cilegon untuk dapat melakukan mitigasi bencana sejak dini.
“Kita berkoordinasi mitigasi bencana ini denga Pemkot Cilegon karena ada hal-hal yang tak bisa dilakukan oleh industri juga,” tandasnya.
Pencegahan banjir ini sebagai salah satu dalam mendukung roadmap INAPLAS untuk menjadikan Kota Cilegon sebagai pusat zona perkembangan petrokimia nasional.
Sehingga, apabila masih terjadi banjir di Kota Cilegon, roadmap tersebut tidak bisa dilakukan.
“Kami dari pihak industri sudah melakukan beberapa hal juga tapi tentu tidak cukup. Makanya kami saling berkoordinasi dengan Pemkot,” pungkasnya.***
















