BANTENRAYA.COM – Memasuki hari ketiga pasca banjir, Lingkungan Kroya Indah RT 08 RW 07, Kelurahan Kasunyatan, dan Lingkungan Cikedung RT 14 dan RT 15 RW 06, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Pantauan di Lingkungan Kroya Indah, banjir masih di atas kaki orang dewasa. Namun ada pula beberapa warga yang tengah melakukan bersih-bersih lantai dan menguras air dari halaman rumahnya menggunakan perabot rumah tangga.
Sementara di Lingkungan Cikedung RT 14 dan RT 15 RW 06, air masih merendam rumah-rumah warga setempat. Ketinggian air diperkirakan mencapai 20 centimeter hingga 30 centimeter.
Salah seorang warga Lingkungan Kroya Indah, Madsari mengatakan, dari semalam air masih merendam ruangan rumahnya hingga mencapai 15 centimeter. Walau rumahnya masih dikepung banjir, Madsari bersama istrinya tetap memilih bertahan di rumahnya.
“Saya tidur di rumah di ranjang karena air masih banjir,” ujar Madsari, kepada Bantenraya.com ditemui di lokasi, Minggu 4 Januari 2026.
BACA JUGA: Kondisi Terkini Banjir di Pandeglang Selatan, 5 Desa Terdampak Warga Pilih Bertahan di Rumah
Tiga hari kebanjiran, ia mengaku merasakan gatal-gatal di bagian kedua kakinya. Madsari pun menemukan lintah air saat menguras air dari dalam rumahnya.
“Tadi ada lintah dua ekor masuk ke dalam. Air masuk ketinggian 25 centimeter,” ucap dia.
Tiga hari pasca banjir, barang-barang miliknya pun terendam air.
“Dua lemari pakaian terendam. Ranjang dan spring bed kerendam air,” ungkapnya.
Madsari mengusulkan air banjir agar dilakukan penyedotan menggunakan mesin, karena di lingkungannya terdapat kali mati yang sulit surut.
BACA JUGA: Baznas Cilegon Terus Salurkan Bantuan Logistik Korban Banjir melalui Dapur Umum
“Harus disedot soalnya kali mati tidak berjalan. Banyak sampah dan airnya nggak jalan karena banyak sampah. Di sini yang kebanjiran ada empat kampung Kroya Indah Permai, Kroya Lama, Jabang Bayi, Kroya Baru,” sebut Madsari.
Rizki warga Kroya Indah lainnya menyebut, Pemkot Serang lambat dalam penanganan pasca banjir, sebelumnya ketika terjadi genangan di Lingkungan Kroya Indah air cepat surut.
“Menurut saya ini lambat tanggap kalau sampai tiga hari. Biasanya tidak berhari-hari. Pagi tergenang, siangnya sudah surut,” ujar Rizki, ditemui di lokasi, Minggu 4 Januari 2026.
Menurut dia, lingkungannya bisa cepat surut jika saluran air (drainase) di Lingkungan Kroya Lama dibongkar.
“Kalau tidak dibongkar itu salurannya, sampai seminggu juga nggak bakal surut. Kasihan warga yang rumahnya dekat kali mati airnya masih belum surut,” ungkap dia.
BACA JUGA: Pemkot Serang Gercep Atasi Banjir, dari Dapur Umum hingga Penuntasan Biang Keroknya
Lantaran masih masih banjir, keluarga Rizki masih mengungsi di tempat ibadah yang tidak terdampak banjir.
“Sudah tiga hari keluarga saya masih mengungsi di mushola. Ini mah mau ngelihat kondisi rumah aja,” tuturnya.
Serupa dikatakan warga Lingkungan Cikedung RT 15 RW 06, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Purwa. Purwa mengatakan, memasuki hari ketiga lingkungannya masih dikepung banjir.
“Masih banjir di atas mata kaki orang dewasa. Kalau waktu hari pertama nyampe sepaha orang dewasa atau sekitar 80 centimeter,” ujar Purwa, ditemui di lokasi, Minggu 4 Januari 2026.
Ia mengaku belum bisa melakukan banyak rutinitas, karena rumahnya masih terendam banjir.
BACA JUGA: Budi Rustandi Ancam Bongkar Bangunan Liar Pemicu Banjir di Banten Lama
“Belum bisa ngapa-ngapain. Masih banjir,” ucap dia dengan nada tegar.
Purwa mengungkapkan, banjir melanda lingkungannya karena air Kali Padek meluap.
“Kurang tahu sih kalau penyebabnya mungkin curah hujannya terlalu tinggi kali ya. Mungkin bisa jadi, karena Kali Padek meluap karena ada puing-puing rumah yang tidak cepat dinormalisasi dan infonya tanggul di Kenari jebol,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa banjir lingkungannya sulit untuk cepat surut, karena berada di tengah sawah dan Kali Padek masih banjir.
“Ya mudah-mudahan tidak turun hujan dulu, karena kalau hujan lagi makin lama surutnya” katanya.***















