BANTENRAYA.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek dan Banten, melaporkan jumlah investor pasar modal di Provinsi Banten, mencapai 999,82 ribu Single Investor Identification (SID), meningkat 26,15 persen secara tahunan.
Dan didominasi oleh Kota Tangerang dengan dominasi 26,81 persen pada Oktober 2025.
Adapun otal nilai transaksi saham di Banten mengalami peningkatan signifikan 130,05 persen secara tahunan, menjadi Rp50,77 triliun, dengan investor Kota Tangerang memberikan kontribusi terbesar yaitu 57,84 persen.
BACA JUGA: Ingin Persib Lolos, JC Janji Kerja Keras untuk Lawan Ratchaburi FC di ACL Two
Minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal terus menunjukkan peningkatan, seiring dengan meningkatnya literasi keuangan serta kemudahan akses terhadap produk dan layanan pasar modal.
Peningkatan juga terjadi di Provinsi tetangga Banten yakni di DKI Jakarta tercatat jumlah investor mencapai 3,9 Juta, atau tumbuh 58,66 persen , dengan konsentrasi terbesar berada di Jakarta Pusat 58,15 persen.
Dari sisi aktivitas transaksi, total nilai transaksi saham di DKI Jakarta pada Oktober 2025 tercatat Rp404,22 triliun, naik 56,75 persen , dengan kontribusi tertinggi berasal dari investor di Jakarta Selatan 33,51 persen.
Secara keseluruhan, peningkatan jumlah investor diikuti dengan pertumbuhan nilai transaksi, khususnya di wilayah Banten, menggambarkan semakin besarnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan pasar modal sebagai sarana investasi dan pengelolaan keuangan jangka panjang.
Hal ini juga mencerminkan peran pasar modal yang semakin inklusif dalam mendorong pembentukan masyarakat yang terliterasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.***

















