BANTENRAYA.COM – Kawasan Tugu Baja Cilegon menjadi salah satu lokasi baru bagi warga untuk berekreasi, terutama wisata malam untuk melihat pemandangan lampu hias dan suasana pusat Kota Cilegon.
Tidak hanya itu saja, Kawasan Tugu Baja juga menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat di sore hari hingga tengah malam untuk bersantai dan juga membuat konten media sosial atau juga melakukan swafoto.
Kawasan tugu tersebut merupakan teras kota dengan taman di sisi kanan dan kiri persis depan Landmark atau Tugu Kota Cilegon di Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta.
Awalnya teras kota atau Kawasan Tugu Baja Cilegon merupakan lahan kosong milik Unit Pelaksana Teknis Balai Pelaksana Jalan Nasional atau UPT BPJN Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Penerapan Ruang (PUPR).
Lahan seluas kurang lebih 20 meter persegi di sisi kiri dan ukuran sama di sisi kanan Jalan Jenderal Sudirman tersebut disulap menjadi teras trotoar dengan ubin jenis batuan dan juga taman di masing-masing teras.
BACA JUGA: Resmikan Kawasan Tugu Baja Cilegon, Mimpi Robinsar dari 10 Tahun Lalu
Tidak hanya itu saja, lampu hias, kursi dan taman hias dipasang di sejumlah titik menambah estetik kondisi teras kota, terutama saat malam hari Ketika lampu dinyalakan.
Menyempurnakan cantiknya teras kota tersebut juga trotoar di depan Taman Al hadid dan kawasan perkantoran depan Landmark juga dihias dengan lampu, taman trotoar dan kursi.
Ada sepanjang 129 meter panjang trotoar yang ikut dihias untuk menyempurnakan keindahan dua teras kota itu.
Total ada 57 set tiang lampu hias dengan masing-masing 3 lampu menggantung di tiang, 28 set kursi duduk dengan panjang masing-masing sekitar 1,5 meter, 42 taman trotoar atau ada di samping trotoar sebagai pemanis tanaman hias, 4 taman di tengah-tengah teras membuat masyarakat betah untuk duduk menghabiskan malam.
Di antara tiang juga dipasang batu bulat berwarna putih, Selain untuk menghiasi teras, juga sebagai pelindung bagi tiang lampu agar saat terjadi benturan kendaraan tidak langsung ke lampu tapi membentuk ke batu terlebih dahulu.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kota Cilegon sendiri merogoh kocek sebesar Rp2,4 miliar untuk menghias wajah kota dalam bentuk Kawasan Tugu Baja Cilegon tersebut.
Tidak hanya warga Kota Cilegon saja yang menikmatinya, namun da warga dari Anyer, Mancak dan sekitaran Kota Cilegon sengaja datang untuk menikmati keindahan malam dengan lampu hias.
Andi salah satu warga yang menikmati Kawasan Tugu Baja Cilegon menyampaikan, sengaja datang di sore hari bersama istri dan dua anaknya untuk melihat dan menikmati waktu sore bersama keluarga.
“Yah saya baru ke sini karena katanya ramai. Saya mengajak keluarga untuk bersantai,” katanya, Selasa, 30 Desember 2025.
BACA JUGA: Upaya Pelestarian Sejarah, Pemkot Gelar FGD Kajian Tugu Peristiwa Geger Cilegon
Andi menyatakan, cukup menyenangkan dan enak untuk dinikmati, terutama saat kondisi langit mulai gelap dan lampu dinyalakan.
“Disini dulu kan gelap, kalau siang juga jadi tempat mangkal angkot,” ujarnya.
Sebelumnya, Walikota Cilegon Robinsar menjelaskan, keindahan wajah kota dengan berbagai lampu hias dan taman menjadi mimpinya sejak 10 tahun lalu sebelum dirinya menjadi walikota.
Dengan adanya kawasan juga diharapkan menjadikan destinasi wisata gratis bagi masyarakat Kota Cilegon yang punya tingkat stress yang tinggi.
“10 tahun sudah memimpikan keindahan kota seperti ini, sekarang ada Kawasan Tugu Baja Cilegon. Ini bisa jadi lokasi wisata malam warga,” katanya.
BACA JUGA: Gubernur Banten Serahkan Hadiah Sayembara Desain Tugu Pamulang
Wisata malam, lanjut Robinsar, karena masyarakat bisa datang untuk menyaksikan keindahan Kota Cilegon dengan lampu hias dan suasana malam yang indah di pusat kota.
“Kota dengan identik stres dan butuh hiburan, tidak butuh mal dan sekedar memandang situasi malam ada rekreasi murah meriah, membuat kecerian untuk masyarakat,” ujarnya.
Robinsar menyampaikan, ada sebesar Rp2,4 miliar anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan. Dimana, semuanya diharapkan mampu memperindah dan mempercantik wajah kota.
“Saya minta ini dirawat bersama. Supaya bisa tetap awet,” ujarnya.
Disisi lain, tegas Robinsar, dirinya enggan disamakan dengan Braga Bandung dan Malioboro Yogyakarta.
Artinya ia tidak ingin dinormalisasi menyontek dari dua daerah tersebut.
BACA JUGA: Tak Bakal Dimusnahkan, Ratusan Knalpot Brong Sitaan di Serang Bakal Dijadikan Tugu
“Bukan Braga dan Malioboro, lampu kayak gini lampu klasik tidak untuk menggambarkan satu daerah, jadi bisa ada dimana pun. Saya tidak mau disamakan dan dinormalisasi, ini tugu Kota Cilegon,” tegasnya.
Salin itu, imbuh Robinsar, nantinya pos polisi yang ada akan dibongkar dan lokasi parkir juga akan dipersiapkan, sehingga bisa semakin bagus dan luas.
“Akan ada lokasi parkir nanti. Ini Pos Polisi juga akan dibongkar di pindah di Taman Alahadid, bisa lebih bagus nanti dibuat,” ucapnya.
Tidak hanya pusat kota atau Simpang Landmark saja. Namun, jelas Robinsar, kondisi sama juga akan diperluas sampai nanti lampu merah Simpang PCI.
“Itu bertahap. Tapi nanti bisa juga tematik, tidak semuanya seragam seperti ini,” jelasnya.***
















