BANTENRAYA.COM – Operator Pelabuhan penyeberangan Merak dan Ciwandan bersiap menghadapi libur tahun baru.
Pada momen ini juga dipersiapkan contingency plan melalui pengaktifan buffer zone dan delaying system di sejumlah titik strategis menuju Merak dan Bakauheni.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, masih akan ada peningkatan pada puncak mudik libur tahun baru, salah satunya yakni dengan peneraparapan contingency plan.
“Sebagai jalur penyeberangan tersibuk nasional, Merak–Bakauheni kami pastikan tetap terkendali. Puncak arus mudik libur Tahun Baru diprediksi terjadi pada 30–31 Desember 2025, namun seluruh skema operasional telah disiapkan agar layanan berjalan lancar dan tertib,” katanya, Selasa, 30 Desember 2025.
Heru menambahkan, kelancaran di lapangan turut diperkuat oleh pengendalian operasional yang konsisten. Dimana, kesiapsiagaan petugas menjadi faktor kunci dalam melayani.
BACA JUGA: Sepekan Libur Nataru, Pelabuhan Ciwandan Dipadati 12 Ribu Kendaraan
“Kami menjaga alur kendaraan tetap mengalir, mulai dari akses masuk hingga proses bongkar muat. Petugas disiagakan di seluruh titik pelayanan untuk memastikan standar keselamatan dan kenyamanan tetap terjaga,” jelasnya.
Sementara itu, General Manager (GM) Pelindo Regional 2 Banten Benny Ariadi menyampaikan, pihaknya melihat potensi tren penambahan atau peningkatan menjelang puncak libur.
Dimana, ada Langkah strategis yang diambil dengan menambahkan tambatan kapal dan memperluas area penyangga atau buffer area guna mengurai antrean kendaraan dan mencegah kepadatan di dalam maupun luar pelabuhan.
“Kapasitas sandar yang semula hanya tiga tambatan kini ditingkatkan menjadi empat tambatan, meliputi Dermaga 05A dengan dua tambatan, Dermaga 007 satu tambatan, dan Dermaga 002 satu tambatan. Selain itu, buffer area yang sebelumnya hanya berada di Lapangan Ex Holcim dan Lapangan R2, kini diperluas hingga mencakup Lapangan Dermaga 001 dan Lapangan Helipad,” ucapnya.
Benny menambahkan, penambahan fasilitas ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjamin kelancaran dan keselamatan pelayanan selama masa angkutan Nataru.
BACA JUGA: Puncak Arus Mudik Nataru di Pelabuhan Merak Dijadwalkan Malam Ini dan Esok Hari
“Kami memantau kondisi lapangan secara real-time. Dengan meningkatnya jumlah kapal yang beroperasi dari sebelumnya 8 sampai 9 kapal menjadi 10 kapal, kesiapan pelabuhan harus ditingkatkan. Penambahan tambatan dan buffer area ini menjadi langkah taktis untuk menjaga kelancaran arus bongkar muat hingga akhir masa Nataru,” ujarnya.
Kepala Cabang ASDP Merak Umar Imran Batubara mengungkapkan, berdasarkan data harian Posko Merak yakni Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan BBJ Bojonegara pada H+4 Nataru, kapal beroperasi sebanyak 117 trip.
Dimana, realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 30.028 orang atau turun 28,1 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 41.744 orang, untuk total seluruh kendaraan tercatat 6.028 unit yang telah menyeberang atau turun 42 persen dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 10.402 unit.
“Rinciannya roda dua mencapai 549 unit secara data turun 80,1 persen dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 2.762 unit. Roda empat mencapai 3.754 unit atau turun 18,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 4.611 unit. Kemudian, total truk mencapai 1.345 unit atau turun 49,2 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.650 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 380 unit atau naik 0,3 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 379 unit,” ungkapnya.
Untuk sebaliknya, jelas Umar, berdasarkan data Posko Bakauheni pada H+4, tercatat jumlah trip yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni sebanyak 108 trip.
BACA JUGA: Update Angkutan Nataru Pelabuhan Ciwandan, 1.050 Pemotor Menyeberang ke Sumatera
Adapun realisasi total penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+4 mencapai 34.851 orang atau turun 8,1 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 37.931 orang, untuk total seluruh kendaraan tercatat 8.315 unit yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+4 atau turun 11,7 dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 9.412 unit.
“Roda dua mencapai 1.057 unit atau turun 30,8 persen dibandingkan tahun lalu mencapai 1.527 unit. Roda empat mencapai 3.580 unit atau turun 22,2 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.599 unit. Total truk yang menyeberang mencapai 3.278 unit atau naik 11,3 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.944 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 400 unit atau naik 17 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 342 unit,” pungkasnya.***



















