BANTENRAYA.COM – Rektor Universitas Mathla’ul Anwar atau UNMA Banten, Prof. Dr. Andriansyah, resmi melantik Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Dosen Indonesia atau ADI Provinsi Banten periode 2025–2030, Senin, 2 Desember 2025.
Pelantikan ini menjadi tonggak konsolidasi akademisi Banten dalam memerkuat profesionalisme dan kontribusi dosen terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Sejak berdiri, ADI berkembang menjadi organisasi profesi yang menaungi sekitar 50 ribu dosen di seluruh Indonesia.
Capaian ini menempatkan ADI sebagai salah satu organisasi profesi akademik terbesar di tanah air.
Wakil Ketua Umum DPP ADI, Prof Andriansyah menegaskan kembali sejarah dan mandat moral ADI.
BACA JUGA: Beasiswa Erasmus Mundus Sediakan S2 di Eropa dengan Kuliah di Beberapa Universitas Ternama
“Asosiasi Dosen Indonesia lahir dari rahim Reformasi 1998, membawa semangat perubahan, keterbukaan, dan profesionalisme,” ujarnya.
Prof Andriansyah menekankan bahwa jumlah besar tersebut harus tercermin dalam kebermanfaatan nyata.
“ADI harus menjadi organisasi yang profesional dan berorientasi pada peningkatan kualitas dosen. ADI harus hadir, bekerja, dan berdampak,” tegasnya.
BACA JUGA: 10 PTN Pencetak PNS Terbanyak, UGM Kalah Jauh dari Universitas Ini
Ia mengajak seluruh dosen di Provinsi Banten untuk bergabung dan terlibat aktif dalam ADI sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem akademik.
“Menjadi dosen bukan hanya soal profesi, tetapi tentang panggilan untuk merawat akal budi bangsa. ADI harus menjadi rumah bagi semangat itu,” pesannya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa ADI Banten memikul mandat penting untuk memperkuat mutu pendidikan tinggi sekaligus memberdayakan para dosen sebagai aktor kunci perubahan.
“Dengan pelantikan ini, ADI Banten memasuki periode baru yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui kerja terukur, kolaborasi luas, dan profesionalisme yang semakin kuat,” katanya.***

















