BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota atau Pemkot Serang tetap akan merealisasikan program Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia di tahun 2026.
Hanya saja pelaksanaan program Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia akan berkurang, mengingat dana transfer dari pusat ke Kota Serang berkurang.
Demikian disampaikan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia usai menghadiri rapat paripurna penyampaian Raperda APBD Kota Serang 2026 di Gedung DPRD Kota Serang, Senin 17 November 2025.
Sekadar diketahui ada 13 program unggulan Budi-Agis yang dikampanyekan pada Pilkada Kota Serang 2024 lalu.
Tiga belas program unggulan itu di antaranya Serang Bersih, Serang Cerdas, Serang Sehat, Serang Preneur, Serang Makmur, Serang Mengaji, Serang Kreatif Produktif, Serang Menyala, Serang Hijau, Serang Digital, Serang Bebas Pungli, dan Serang Bagus.
BACA JUGA: APBD Kota Serang 2026 Terjun Bebas, Minus Rp40 Miliar dari 2025
Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia mengatakan, dalam Raperda APBD 2026, pihaknya akan merealisasikan janji kampanye Budi-Agis tahun 2024 lalu.
“Yang pertama memang yang kita fokuskan adalah realisasi janji, janji kampanye Pak Budi dan Agis, banyak kan program-programnya, itu paling prioritas,” ujar Agis, kepada Bantenraya.com.
Meskipun anggaran transfer ke Kota Serang mengalami pemangkasan dan berdampak terhadap belanja daerah Pemkot Serang, ia mengaku pihaknya optimis program Budi-Agis dapat terealisasi.
“Jadi kita optimis, cuma mungkin kan nanti dari segi kuantitasnya aja enggak banyak,” ucap dia.
Agis menuturkan, program janji kampanye Budi-Agis akan terealisasi pada tahun 2026, hanya saja kemungkinan tidak 100 persen mengingat kemampuan anggaran APBD Kota Serang, setelah adanya pengurangan anggaran transfer daerah dari pemerintah pusat.
BACA JUGA: Draf Rancangan APBD 2026 Kota Cilegon Dinilai Tak Sinkron dengan Realita Fiskal
“Yang tadinya beberapa setel, kita kurangi dulu satu setel, tapi yang penting terealisasi, dan yang lain juga sama. Jadi sebenarnya tidak akan mengendurkan untuk merealisasikan program, cuma kuantitasnya aja. Yang tadinya beasiswa berapa puluh orang tinggal berapa,” jelasnya.
Ia mengatakan, pengurangan kegiatan juga akan terjadi terhadap pembangunan fisik di Kota Serang pada tahun 2026, hanya saja untuk kegiatan yang prioritas tetap akan direalisasikan pada tahun depan.
“Termasuk pembangunan fisik juga mungkin kuantitas akan dikurangi juga. Cuman memang yang prioritas sih pasti tetap kita akan menjadikan,” tegas Agis.***
















