BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Kota Cilegon meminta kepada pihak sekolah untuk dapat turut serta melakukan pencegahan bullying di lingkungan sekolah.
Kasus bullying marak terjadi di kalangan peserta didik di sekolah dengan saling mengejek antar sesama.
Bahkan, jika korban bullying tak terima maka dapat mengakibatkan peristiwa yang fatal karena untuk melakukan balas dendam.
Untuk mengantisipasi pencegahan bullying di sekolah, maka Kepala Dindikbud Cilegon Heni Anita Susila mengatakan, perlunya keterlibatan pihak sekolah dan orang tua untuk pencegahan kasus bullying tidak terjadi di sekolah.
Kata dia, pihak sekolah dan orang tua siswa perlu melakukan pengawasan lebih untuk anak-anaknya supaya tidak menjadi korban bullying maupun pelaku bullying.
BACA JUGA: Kumpulan Link Twibbon Hari Pelajar Internasional 2025, Desain Terbaik dan Kekinian
Imbauan tersebut disampaikannya karena menyusul maraknya kasus kekerasan yang melibatkan para pelajar di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir ini.
“Perhatian dari orang tua dan guru-guru di sekolah juga itu yang paling utama, supaya anak lebih diperhatikan, jadi lingkungan sekolah dibuat senyaman mungkin sekolah menjadi ramah anak,” kata Heni kepada Banten Raya, Minggu 16 November 2025.
Heni juga menyoroti perlunya pengawasan terhadap anak-anak dalam pemakaian teknologi untuk menghindari hal-hal yanh tidak diinginkan.
Menurutnya, pengaruh lingkungan dan kemajuan teknologi juga membuat anak-anak dapat rentan meniru perilaku negatif di media sosial.
“Mungkin itu kasus seperti itu biasanya karena melihat di media sosial, jadi dia bisa mencontoh hal itu. Makanua ini juga menjadi perhatian orang tua bukan hanya guru di sekolah,” jelasnya.
BACA JUGA: Pelajar di Pandeglang Lalui Jalan Lumpur untuk ke Sekolah, Kondisinya Sepeti Belum Merdeka
Untuk itu, pihaknya mendorong sekolah agar terus memberikan edukasi terkait bahaya bullying dan pendidikan karakter, serta pengawasan orang tua di era digital saat ini yang serba cepat.
“Guru-guru di sekolah supaya anak-anak tidak terjadi pembullyan, waspadai, perhatikan anak-anak kita jangan sampai pembullyan terjadi di sekolah,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kasus serupa bullying di kalangan pelajar, maka pihaknya telah melalukan beberapa upaya pencegahan seperti memberikan sosialisasi ke setiap sekolah dan bekerjasama dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) hingga lembaga independen.
“Terkait bullying ini kita sosialisasikan di sekolah-sekolah termasuk bukan hanya anak-anak, tapi untuk guru juga,” ujarnya.
Pihaknya juga akan konsisten bersama PPA Kota Cilegon untuk dapat rutin melakukan sosialisasi pencegahan bullying di kalangan pelajar di sekolah.
“Kita konsisten bekerjasama dengan UPTD PPA, dan ada juga dari lembaga independen untuk melakukan sosialisasi bullying ini,” pungkasnya.***

















