BANTENRAYA.COM – Jalan Sunan Kalijaga Rangkasbitung mulai steril dari Pedagang Kaki Lima atau PKL usai tim gabungan melakukan sosialisasi relokasi sejak, 10 November 2025, lalu.
Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Lebak memastikan bahwa para PKL kini sudah mulai pindah ke Pasar Semi Rangkasbitung.
Di lapangan, sepanjang Jalan Sunan Kalijaga kini hanya tersisa sejumlah pedagang makanan.
“Proses relokasi ini dilakukan secara persuasif selama sepekan full,” kata Sekretaris Satpol-PP Lebak, Asep Didi kepada Banten Raya pada Minggu, 16 November 2025.
Asep menegaskan, tim gabungan hanya memberi waktu hingga hari ini bagi pedagang untuk segera pindah.
BACA JUGA: Lowongan Kerja untuk Ahli Gizi di SPPG Kota Baru 2 Rangkasbitung, Dukung Program MBG
Setelahnya, personel gabungan akan mengamankan lapak hingga barang dagangan para PKL yang masih ketahuan bertahan.
Pihaknya juga tak segan melakukan operasi yustisi bagi para pedagang yang melanggar dengan langsung menggelar sidang di lokasi.
“Mau bagaimanapun para pedagang jelas melanggar. Maka Pemkab Lebak memberi solusi kepara pedagang dengan menyiapkan Pasar Semi,” imbuhnya.
Kata Asep, pengawasan dan sweeping masih akan terus dilakukan di sepanjang Jalan Sunan Kalijaga secara berkala.
Itu dilakukan untuk memastikan para PKL tidak kembali ke lokasi tersebut.
BACA JUGA: Tata Wajah Kota Rangkasbitung, Bupati Lebak Klaim Relokasi Pedagang Berjalan Humanis
Menurutnya, keberadaan para PKL di Jalan Sunan Kalijaga tidak sejalan dengan rencana Pemkab Lebak untuk dalam melakukan penataan kawasan perkotaan.
“Jadi kami harap para pedagang tidak kembali ke Jalan Sunan Kalijaga. Keputusan Pemkab Lebak ini tentunya untuk kebaikan para pedagang,” imbuhnya.
Di sisi lain, ratusan pedagang yang sebelumnya membuka lapak di Jalan Sunan Kalijaga sudah mulai memadati Pasar Semi Rangkasbitung.
Keberadaan mereka untuk kembali mengecek kondisi lapak yang disiapkan setelah sebelumnya mereka melakukan undian nomor lapak.
Sejumlah pedagang menangaku akan langsung berdagang pada Senin (17/11) dini hari, sementara yang lainnya masih akan menunggu.
BACA JUGA: Pemprov Gandeng APH, Pengelola Galian C di Exit Tol Rangkasbitung Bakal Ditagih Ganti Rugi
“Nanti subuh mau langsung mulai kayaknya. Mau nyoba dulu. Belum tahu pasti yang pasti buka lapak nanti malam berapa pedagang,” kata salah seorang pedagang saat ditemui di Pasar Semi, Agung.
Kendati begitu, Agung mengeluhkan kondisi lapak barunya di Pasar Semi. Menurutnya, lapak yang didapat terlalu kecil.
Belum lagi, untuk tempat pedagang terlalu mepet. Dia berharap Pemkab Lebak segera melakukan penyesuaian kembali.
Apalagi barang yang ia dagangkan ialah timun, tomat, hingga terong, barang tersebut dinilai membutuhkan lapak yang luas.
“Pas tadi dicoba naruh dagangan ke meja banyak yang jatuh karena sempit. Untuk sementara ya paling diakalin pakai nampan. Tapi ke depan harus diperbaiki lagi sama Pemkab,” tandasnya.***
















