BANTENRAYA.COM – Walikota Cilegon Robinsar meminta peguron dan para guru silat tidak hanya mengajarkan jurus silat saja.
Namun, adab dan etika juga harus dikedepankan bagi anak-anak yang belajar pencak silat.
Robinsar ingin anak-anak mahir pencak silat untuk membela diri saja.
Namun, harus juga menjadi orang yang hormat dan berbakti pada orang tua, nusa dan bangsa.
Hal itu, karena pencak silat mengajarkan keluhuran dan kebudayaan, serta kejujuran.
BACA JUGA: Pemprov Banten Ingin Kawasan Sport Center di Kota Serang Jadi PSN
“Jadi kami berharap tidak hanya mengajarkan pencak silatnya saja. Tapi juga adab dan akhlak,” kata Robinsar saat sambutan pembukaan Golok Daya Festival, Jumat 15 November 2025.
Robinsar menyatakan, secara filosofi sendiri, Golok mengajarkan kejujuran.
Artinya, itu menjadi identitas warga Kota Cilegon yang melestari dalam budaya pencak silat dan golok.
“Pedekar itu tidak akan mengeluarkan golok dari sarungnya jika tidak mendesak dan terancam. Artinya itu mengajarkan adab dan kejujuran,” ucapanya.
Robinsar menegaskan, ke depannya event Golok Day akan ditingkatkan menjadi event internasional. Ia, akan mengundang para pendekar mancanegara hadir.
BACA JUGA: Bejo Jahe Merah Bawa Juicy Luicy untuk Hibur Kota Serang, Beli Tiketnya Sekarang!
“Ini pemanasan saja. Kedepan itu Insya Allah akan mengundang pendekar mancanegara nanti,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon Heni Anita Susila menyampaikan, event Golok Day sendiri sekarang sudah menjadi event nasional dari Kementerian Pariwisata.
Artinya, kedepan akan ada fasilitas yang dibantu kementerian dalam event tahunan ini.
“Jadi ini sudah masuk agenda Kemenpar. Artinya ini masuk agenda event nasional,” pungkasnya. ***


















