BANTENRAYA.COM – Kawasan Gunung Luhur di Kabupaten Lebak kini bukan hanya terkenal dengan panorama alamnya, tetapi juga akan menjadi pusat penting dalam sistem komunikasi kebencanaan di Banten Selatan.
Communication and Operation for Response and Emergency (CORE) ORARI Banten bersama BPBD Provinsi Banten tengah menyiapkan pemasangan antena repeater di puncak gunung tersebut untuk memperkuat akses informasi saat bencana.
Langkah ini diambil menyusul masih banyaknya wilayah di Banten Selatan yang kerap terisolasi akibat lemahnya sinyal komunikasi, terutama saat bencana melanda.
Repeater yang dipasang akan memperluas jangkauan frekuensi radio amatir sehingga petugas, relawan, dan masyarakat bisa saling berkoordinasi dengan lebih cepat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banten, Asep Mulya, menegaskan bahwa akses informasi yang cepat dan akurat merupakan kunci dalam penyelamatan jiwa.
BACA JUGA: Jaringan Pipa Air Bersih ke Perbukitan Pulomerak Mulai Dibangun, Ditarget Tuntas 2027
Menurutnya, kondisi geografis yang menantang membuat teknologi komunikasi berbasis radio menjadi solusi strategis.
Ketua CORE ORARI Banten, Aliq Yaqub, menambahkan bahwa repeater akan beroperasi selama 24 jam dan menjadi bagian dari sistem DUKCOM yang mendukung operasi tanggap darurat.
Ia juga berharap proyek ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan teknologi radio amatir untuk memperkuat mitigasi bencana.
Dengan hadirnya antena repeater di Gunung Luhur, Banten Selatan, diharapkan memiliki jalur komunikasi yang lebih tangguh, tidak hanya untuk situasi darurat, tetapi juga untuk mempercepat distribusi informasi kepada masyarakat di wilayah terpencil.
Communication and Operation for Response and Emergency (CORE) ORARI Banten adalah unit khusus dari Organisasi Amatir Radio Indonesia Daerah Banten yang fokus pada dukungan komunikasi dalam situasi darurat dan kebencanaan.***















