BANTENRAYA.COM – Pemkab Pandeglang menggelar rapat koordinasi atau rakor penguatan percepatan penanggulangan Tuberkolosis (TBC) dan rencana aksi daerah di Oproom Setda Pandeglang, Senin 15 September 2025.
Rakor penguatan percepatan penanggulangan TBC dibuka dan dipimpin langsung oleh Bupati Pandeglang Dewi Setiani.
Rakor ini melibatkan lintas sektor diantaranya pihak rumah sakit daerah dan swasta, organisasi profesi, tokoh agama, Baznas, FSPP dan unsur masyarakat di lingkungan Pemkab Pandeglang.
BACA JUGA: Kuasa Hukum PT MAS Bantah Stockpile Batu Bara di Toyomerto Tak Berizin
“Hari ini secara bersama-sama kita menggelar rapat percepatan penanggulangan TBC dan membuat rencana aksi daerah, hal ini merupakan instruksi dari bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Bupati Dewi.
Menurutnya, penanganan Tuberkolosis bukan hanya tugas Dinas Kesehatan saja, namun seluruh lapisan masyarakat.
Karena kasus Tuberkolosis di Indonesia cukup tinggi, maka dari itu setiap daerah di Indonesia, khususnya Kabupaten Pandeglang harus bisa mengeliminasi penyakit TBC.
BACA JUGA: Sudah Tiba di Shenzhen, Gregoria Mariska Tunjung Terpaksa Menepi dari China Masters 2025
“Dalam upaya percepatan penanganan TBC, Pemkab membentuk tim percepatan penanggulangan dan tanggap TBC sampai tingkat kelurahan dan desa, dimana tim ini nantinya mempunyai tugas untuk bisa tanggap TBC,” tuturnya.
“Sehingga setiap hari harus ditemukan suspek TBC, kemudian diobati sampai tuntas,” terangnya.
Dukung Penanganan Tuberkolosis Tingkat Nasional
Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang, Eniyati mengatakan, dinasnya berkomitmen menurunkan kasus TBC. Untuk target nasional kasus TBC sebanyak 5.970, saat ini sudah tercapai 3.430 kasus.
“Dari target yang ada artinya 55 persen kita sudah tercapai, akan tetapi ini masih perlu kita upayakan sampai di akhir Desember nanti target nasional bisa terwujud sesuai harapan,” jelasnya. ***


















