BANTENRAYA.COM – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak atau Kanwil DJP Banten menargetkan beberapa sektor perekonomian untuk dimaksimalkan sebagai penerimaan pajak pada tahun 2025.
Saat ini, realisasi penerimaan pajak tercatat sebesar Rp26,28 triliun atau memenuhi 32,38 persen dari target penerimaan hingga Mei 2025.
Jumlah tersebut turun dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya dimana penerimaan pajak mencapai Rp32,09 atau memenuhi 41,91 persen dari target.
Kepala Kanwil DJP Banten Aim Nursalim Saleh mengatakan, Banten memiliki potensi ekonomi yang besar yang harus didorong bersama pertumbuhannya.
Pihaknya memiliki target terbesar ke lima secara nasional dengan sektor penerimaan terbesar meliputi industri pengolahan, sektor perdagangan, dan sektor real estate.
“Bagi pemerintah daerah, penerimaan pajak di Provinsi Banten akan memberikan support pembiayaan bagi daerah dengan Dana Bagi Hasil (DBH),” kata Aim dikutip Bantenraya.com, Rabu 2 Juli 2025.
Baca Juga: Hujan Lebat Berpotensi Turun di Kota Tangerang, Warga Diimbau Tak Buang Sampah di Tempat Ini
Aim menuturkan, DBH akan mendorong pembangunan daerah. Penerimaan pajak memerlukan dukungan data dan sinergi untuk penggalian potensi yang optimal.
“Penggalian potensi untuk pencapaian target pajak akan maksimal dengan sinergi pertukaran data dalam rangka
Perjanjian Kerja Sama,” imbuhnya.
Adapun besaran target penerimaan pajak Kanwil DJP Banten pada tahun 2025 ialah Rp81,48 triliun. Lebih rinci, penerimaan pajak perkelompok jenis pajak PPh Non Migas terealisasi sebesar 34,67 persen, PPN dan PPnBM sebesar 29,54 persen, PBB dan BPHTB sebesar 7,00 persen dan Pajak Lainnya sebesar 178,31 persen.
Baca Juga: 3 Pesan Penting Bagi Pengamal Ratib Al Haddad, Cek Ada Apa Saja?
Saat ini kontribusi penerimaan pajak Kanwil DJP Banten ditopang oleh jenis pajak PPN Dalam Negeri 27,08 persen, PPN Impor sebesar 26,68 persen, dan PPh badan sebesar 13,67.
Selain itu untuk realisasi penerimaan pajak tertinggi dicapai oleh KPP Pratama Tigaraksa sebesar 38,14 persen.
Untuk itu, pihaknya melakukan koordinasi bersama dengan pemerintah Provinsi Banten terkait dengan pertukaran data sektor yang penerimaan pajaknya belum optimal.
Baca Juga: Rotary Club Tingkatkan Mutu Guru di Banten, Agar Selalu Digugu dan Ditiru
Gubernur Banten menyambut baik dengan dukungan penuh atas kegiatan ini dan meminta pihak yang tekait untuk berkolaborasi menindaklanjuti pertukaran data dan penggalian potensi bersama untuk meningkatkan pendapatan bagi daerah.
“Pertukaran data ini sudah berjalan namun akan dimaksimalkan. Kegiatan ini bentuk sinergi upaya gali potensi bersama,” tuturnya.
“Ini sesuai dengan semangat Presiden Prabowo terkait dengan data yang segera harus kita respons,” kata Andra Soni.***



















