BANTENRAYA.COM – Sejumlah komoditas bumbu dapur di Pasar Sampay, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak mengalami lonjakan harga. Menurut pengakuan pedagang, lonjakan harga sejalan dengan cuaca ekstrem yang tengah terjadi sepekan ke belakang. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga diantaranya bawang merah, berbagai jenis cabai, dan tomat.
Sebelum cuaca ekstrem terjadi, bawang merah dijajaki di harga Rp20 ribu, cabai rawit hanya Rp15 ribu, dan tomat Rp5 ribu. Namun, setelah cuaca ekstrem yang terjadi, harga bawang merah naik menjadi Rp40 ribu, cabai rawit Rp25 ribu, dan tomat kini Rp15 ribu.
“Sudah sekitar semingguan harga-harga di pasar naik. Beberapa komoditas yang kami jual kan dari pasokan lokal, sementara di Lebak banjir, longsorkan. Belum lagi banyak jalan yang rusak,” kata salah satu pedagang yang dijumpai, Halimah pada Minggu, 8 Desember 2024.
Cuaca ekstrem diduga tak hanya mengganggu produktivitas komoditas. Namun, kata Halimah, proses distribusi ke Pasar Sampay menjadi tersendat. Alhasil, biaya yang dikeluarkan oleh penyuplai menjadi lebih besar hingga penyuplai menaikan harga. Tak hanya dirinya, pedagang lain juga merasakan hal demikian.
Baca Juga: Nasib Program Beasiswa Full Sarjana dan Lainnya Diujung Tanduk, Awal 2025 Akan Diubah Total?
“Kalau langkah sih tidak, tapi harganya saja yang naik. Yang jadi persoalan, naiknya itu pas awal kemarin tiba-tiba. Kami pedagang ya kaget, apalagi yang beli,” ujarnya.
Kini dia berharap cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Lebak segera mereda. Kenaikan harga yang terjadi berdampak pada omzet penjualan Halimah. Kata dia, pelanggan cenderung mengurangi kuantitas pembelian ketika harga-harga di pasar naik.
“Omzet anjlok banget. Bisa sampai 70 persen. Kalau sekarang bisa laku saja sudah Alhamdulillah. Tapi sebenarnya memang kalau pembeli yang sepi itu sudah lama ya, tapi kalau kasus yang sekarang ya jadi lebih parah,” tuturnya.
Salah satu pembeli, Nining mengungkapkan, harga sayur mayur yang mengalami kenaikan dua pekan terakhir ini membuat dirinya harus mengurangi jumlah pembelian. Sebab, dengan tingginya harga ibu dua anak ini harus membagi uang agar kebutuhan bisa mencukupi.
Baca Juga: Pemotor Tewas Akibat Tabrak Truk Yang Parkir Sembarangan
“Tomat dan cabai naiknya cukup tinggi, agar uangnya cukup untuk membeli kebutuhan lainnya saya harus mengurangi jumlah atau item yang akan dibeli saja. Takut uangnya kurang,” tandasnya. (***)

















