BANTENRAYA.COM – Seorang pria di Desa Blokang, Kecamatan Bandung inisial A ditemukan tewas gantung diri dan menggantung di sebuah gubuk ladang milik keluarganya.
Sebelumnya pria tersebut diketahui mempunyai kelainan jiwa sehingga sering kali melakukan hal yang aneh.
Sekretaris Desa Blokang Dedi mengatakan, satu hari sebelum ditemukan gantung diri korban sempat naik pitam dan mengamuk di area masjid.
Baca Juga: Yakin Tidak Tertarik? Info Magang untuk Lulusan SMA, Penempatan Kota Bandung dan Sekitarnya
“Itu warga kita tapi punya kelainan jiwa orangnya. Jadi satu hari sebelum itu juga, dia habis ngamuk-ngamuk di Masjid, mukulin salon segala,” ujarnya, Jumat (6/12).
Ia menjelaskan, belum diketahui pasti kronologi kejadiannya seperti apa, namun korban berhasil ditemukan oleh warga sekitar pada pukul 11.00 WIB.
“Untuk siapa yang gantung kita belum tahu, tadi sudah ada pihak polres yang sudah menangani dan ada indikasi dari pihak lain. Ketahuannya oleh warga pagi sekitar pukul 11.00 WIB dan ditemukan oleh warga, ” katanya.
Baca Juga: Hadapi Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Dispar Provinsi Banten Siaga Wisata
Dedi menuturkan, korban juga sudah memiliki kelainan jiwa selama bertahun-tahun bahkan warga juga sudah terbiasa jika korban melakukan hal-hal yang aneh.
“kadang ngamuk-ngamuk, marah-marah, tapi masyarakat sudah pada tahu sih dan sudah terbiasa. Makannya pada saat bertingkah kaya gitu masyarakat sudah terbiasa dan tidak memberikan tanggapan, ” Jelasnya.
Saat ini korban juga sudah dibawa ke RS Bhayangkara oleh pihak Polres Serang untuk melakukan visum guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Awalnya orang tidak berani menyentuh sedikitpun, sebelum shalat jumat petugas kepolisian sudah membawanya ke RS Bhayangkara untuk melihat hasil visum, ” paparnya.
Terpisah Kapolsek Pamarayan-Bandung Iptu Priyanto mengatakan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim Forensik tidak ditemukan indikasi terjadinya pembunuhan.
“Dari hasil pemeriksaan oleh tim Forensik tidak ditemukan indikasi di bunuh. Murni itu adalah bunuh diri karena tidak ditemukan luka-luka lain didalam tubuhnya, ” Ujarnya.
Baca Juga: Pasca Pilkada Serentak 2024, Penjabat Walikota Serang Nanang Saefudin Sampaikan Pesan Penting
Ia menjelaskan, korban juga sudah dibawa ke kediamannya atas permintaan keluarga untuk dilakukan proses pemandian dan pemakaman.
“Keluarga sudah minta izin buat pengambilan karena perkembangannya juga tidak ada indikasi dibunuh. Lukanya hanya ditemukan bekas jeratan di leher, akibat di pukul dan mungkin kalau dibunuh pastinya melawan juga tidak ada tanda-tandanya, ” ungkapnya. ***


















