BANTENRAYA.COM – Sekolah Lapangan Majapahit (SLM) 2 yang berlangsung pada 29 November hingga 2 Desember 2024 di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, diikuti oleh 20 guru sejarah dari berbagai wilayah di Pulau Jawa.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Mandala Majapahit Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Udayana (UNUD), serta Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI).
Dari Banten, AGSI mengirimkan tiga guru sejarah sebagai perwakilan. Mereka adalah Deni Husen Diani dari SMAN 1 Panggarangan, Kabupaten Lebak; Mirla dari Kabupaten Tangerang; dan Martini dari SMAN 10 Pandeglang.
Baca Juga: Masuk Puncak Musim Hujan, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Bisa Terjadi hingga Sepekan ke Depan
Kegiatan SLM 2 dilaksanakan melalui sesi dalam ruangan (indoor) dan luar ruangan (outdoor).
Sesi indoor diisi oleh pemateri dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Udayana Bali, serta Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Jawa Timur.
Sedangkan pada sesi outdoor, para peserta mengunjungi langsung berbagai situs peninggalan Majapahit, seperti Mandala Majapahit, Candi Brahu, Candi Wringin Lawang, Candi Tikus, Situs Kumitir, Pemakaman Troloyo, serta pusat informasi sejarah Majapahit lainnya.
Baca Juga: Berbeda! Ustadz Abdul Somad Justru Sangat Memuliakan Pedagang Kaki Lima di Tabligh Akbar
Deni Husen Diani, salah satu peserta dari Kabupaten Lebak, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini.
“Saya sangat mengapresiasi panitia dan pihak terkait. Kegiatan ini sangat positif untuk meningkatkan pemahaman guru sejarah tentang peninggalan Kemaharajaan Majapahit,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini sangat inspiratif dan berguna untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas.
Baca Juga: Satu Kelas Dipakai Dua Rombel, MI Mathlaul Anwar Hayatul Jadidah Lebak Kekurangan Gedung
“Kegiatan ini penuh dengan inspirasi, sehingga kami, guru sejarah, mampu mentransformasikan wawasan ini ke dalam proses pembelajaran di ruang kelas,” tambah Deni.
Selain menambah wawasan dan keilmuan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dengan guru-guru sejarah lainnya.
“Kesempatan ini tidak hanya menjadi bekal ilmu dan wawasan, tetapi juga mempererat silaturahmi dengan sesama guru sejarah,” katanya.
Baca Juga: Pemprov Banten Wacanakan Pengembangan Industri Gim Berbasis Kearifan Lokal
Kegiatan SLM 2 dibuka secara resmi oleh Kepala BPKW XI Jawa Timur dan ditutup oleh perwakilan Yayasan Arsari Djojohadikusumo, yang diketuai oleh Hashim Djojohadikusumo.
Program seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan guna memperkuat pemahaman sejarah di kalangan pendidik, sekaligus memupuk apresiasi terhadap warisan budaya bangsa. ***


















