Jumat, 13 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Jumat, 13 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Ma’ruf Amin Beri Kritik Pedas, Sebut Gerakan Politik Kiai Hampir Mati

Muhamad Tohir Oleh: Muhamad Tohir
6 November 2024 | 21:40
Ma’ruf Amin Beri Kritik Pedas, Sebut Gerakan Politik Kiai Hampir Mati

Caption Ma’ruf Amin saat peluncuran buku “Kiaiku Pahlawanku”. (Muhamad Tohir/ Bantenraya.com)

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

 
 
BANTENRAYA.COM – Wakil Presiden Ke-13 Ma’ruf Amin mengatakan, gerakan politik kiai secara umum di Indonesia pada hari ini sudah hampir mati. Dia pun menyayangkan sikap sebagian besar kiai yang tidak mau tahu dan tidak mau terlibat dalam urusan politik.
 
Hal itu disampaikan Ma’ruf Amin saat acara peluncuran buku “Kiaiku Pahlawanku” yang digagas oleh Korem 064/ Maulana Yusuf di Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Rabu (6/11/2024).
 
Ma’ruf Amin mengatakan, saat ini kesadaran politik para kiai sudah amat sangat kurang. Akibatnya, gerakan politik kiai menjadi lemah. Para kiai hari ini, kata Ma’ruf Amin, lebih banyak berkecimpung di dunia pendidikan dan tidak terlibat pada proses politik.
 
“Kiai cuma ngaji, doa,” katanya.
 
Padahal, semua keputusan penting yang diambil oleh negara diputuskan melalui keputusan politik. Aturan berupa undang-undang dan aturan turunannya yang kemudian mengikat semua masyarakat juga ditetapkan dalam keputusan politik. Karena itu, seharusnya kesadaran politik para kiai tetap tumbuh karena itu sangat penting.
 
“Telah hilang kesadaran politik dari kebanyakan ulama,” katanya.

Baca Juga: Anggaran Makan Siang Bergizi Gerogoti APBD 2025
 
Padahal, kiai zaman dahulu, mulai dari Syekh Nawawi al Bantani sampai dengan Sultan Maulana Hasanuddin, adalah kiai-kiai yang memiliki kesadaran bahkan gerakan politik. Bahkan, Sultan Maulana Hasanuddin bukan hanya seorang raja kerajaan Islam melainkan juga seorang politikus. Karena itu, pantas apabila Sultan Maulana Hasanuddin dijuluki sebagai kiaiku pahlawanku sebagaimana judul buku tersebut. Namun sayangnya hal itu tidak ditiru oleh para kiai hari ini.
 
“Kiai sekarang bukan lagi pahlawan. Kiai sekarang adalah pecundang,” kata mantan Ketua Umum PBNU ini.
 
Untuk itu, Ma’ruf Amin mengajak agar para kiai tidak hanya pandai dalam hal ilmu agama tetapi juga terlibat dalam politik. Dia berharap ke depan akan ada kiai-kiai lain yang bisa menempati jabatan strategis di negara ini, baik sebagai Wakil Presiden seperti dirinya atau bahkan sebagai Presiden Indonesia.

Ma’ruf Amin pun mencontohkan para pemimpin masa lalu hampir semuanya adalah para kiai. Mulai dari Sultan Maulana Yusuf, Sultan Maulana Muhammad, Sultan Ageng Tirtayasa, Kiai Wasid yang terkenal dengan Geger Cilegon, Syekh Nawawi al-Bantani yang merupakan ulama internasional, Ahmad Chotib, Ki Syam’un, dan lain sebagainya.
 
“Ini motivasi bagi kiai Banten supaya seperti itu,” katanya.
 
Ma;ruf Amin juga mengkritik sentralitas kiai yang saat ini sudah mulai hilang. Bila dahulu orang yang akan melakukan apa pun selalu meminta petunjuk dan saran serta doa kiai, saat ini kiai tak lebih tak kurang hanya berperan sebagai “tukang amin” atau yang bertugas memimpin doa. Beberapa penyebabnya adalah karena kiai saat ini kehilangan konektivitas dengan kiai lain. Kiai saat ini lebih asyik melakukan segala sesuatu sendiri-sendiri.

BACAJUGA:

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah saat diwawancarai wartawan Jumat 13 Februari 2026. (Andika/Bantenraya.com)

Ratu Zakiyah Janjikan Penutupan Tempat Hiburan Malam di Kabupaten Serang Jelang Ramadan

13 Februari 2026 | 17:23
Ilustrasi tenggelam (pixabay/Miller_Eszter)

Nelayan di Lebak Tewas Terlilit Jaring

13 Februari 2026 | 17:18
AHM Siapkan 92 Bus dan 28 Truk untuk Mudik Gratis Lebaran 2025, Tujuan ke Dua Kota Ini

Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov Banten Dibuka 5 Hari Lagi, Ini Syaratnya

13 Februari 2026 | 17:14
Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi korban terseret ombak Pantai Daplangu, Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Jumat, 13 Februari 2026. (Basarnas)

Wisatawan Hilang di Pantai Daplangu Pandeglang Ditemukan Mengambang

13 Februari 2026 | 16:29

Baca Juga: Nanang Saefudin Harap UMKM Kota Serang Dilibatkan Makan Bergizi Gratis
 
Penyebab lain, kiai saat ini banyak “bermasalah” dengan keikhlasan. Ini juga yang membuat ucapan kiai hari ini berbeda dengan kiai zaman dulu. Bila dahulu omongan kiai banyak didengar masyarakat, maka hari ini omongan kiai kadang masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan.
 
“Ulama dulu berjuang untuk kemuliaan Islam dan keselamatan semua orang dan mencari keridhoan Allah. Sedang sekarang untuk kemuliaan diri sendiri, mencari dunia, dan mencari kerelaan makhluk (supaya orang menerima),” ujarnya.
 
Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Fierman Sjafirial Agustus mengatakan, Banten memiliki puncak peradaban pada abad ke-16 Masehi saat Banten masih dalam bentuk kerajaan Islam. Tokoh-tokohnya, seperti Sultan Maulana Hasanuddin Banten, adalah kiai yang menjadi tokoh sentral. Untuk itu dia menganggap ini perlu diangkat kembali agar masyarakat ingat dan memahami kembali tentang sejarah kebesaran Banten.
 
“Bimbingan dari para kiai, petuah-petuah dari kiai yang sama dengan abad ke-16 sangat dibutuhkan untuk membangun Banten menuju ke Indonesia Emas 2045,” kata Fierman.
 
Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, hingga saat ini para kiai sebetulnya menjadi tokoh sentral di masyarakat. Dalam kehidupan sosial bahkan ritual keagamaan, semuanya pasti atas bimbingan dari para kiai.

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi Jurnalis di Indonesia, Dewan Pers Apresiasi BRI Fellowship Journalism 2025
 
“Kiai ke depan itu juga harus menjadi tokoh sentral, kembali seperti masa lalunya, karena memang hampir semua tatanan kehidupan itu bertanya pada kiai,” ujar Al Muktabar. (***)

Tags: bukuKiaiMaaruf Amin
Previous Post

Anggaran Makan Siang Bergizi Gerogoti APBD 2025

Next Post

15 Ucapan Selamat Hari Wayang Nasional 2024, Inspiratif dan Penuh Makna Cocok jadi Caption Medsos

Related Posts

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah saat diwawancarai wartawan Jumat 13 Februari 2026. (Andika/Bantenraya.com)
Daerah

Ratu Zakiyah Janjikan Penutupan Tempat Hiburan Malam di Kabupaten Serang Jelang Ramadan

13 Februari 2026 | 17:23
Ilustrasi tenggelam (pixabay/Miller_Eszter)
Daerah

Nelayan di Lebak Tewas Terlilit Jaring

13 Februari 2026 | 17:18
AHM Siapkan 92 Bus dan 28 Truk untuk Mudik Gratis Lebaran 2025, Tujuan ke Dua Kota Ini
Daerah

Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov Banten Dibuka 5 Hari Lagi, Ini Syaratnya

13 Februari 2026 | 17:14
Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi korban terseret ombak Pantai Daplangu, Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Jumat, 13 Februari 2026. (Basarnas)
Daerah

Wisatawan Hilang di Pantai Daplangu Pandeglang Ditemukan Mengambang

13 Februari 2026 | 16:29
Ilustrasi Zakat Fitrah dengan beras. Dok: website Baznas
Daerah

Baznas Cilegon Tetapkan Besaran Zakat Fitrah, Segini Nilainya

13 Februari 2026 | 16:13
Kepala SPPG Pandeglang 3, Panca Adi Nugroho memberikan keterangan temuan menu MBG berulat di SDN Pandeglang 4, Jumat (13/2).
Daerah

Menu MBG di SD Negeri Pandeglang 4 Terdapat Ulat, SPPG: Tidak Apa-apa

13 Februari 2026 | 15:17
Load More

Popular

  • Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

    Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang PHK Industri Menghantui Pekerja, Pemkot Cilegon Angkat Suara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jadwal Pertandingan Friendly Match China vs Indonesia U17, Pembalasan Garuda Muda Usai Kekalahan Telak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suami Agnes Jennifer Diduga Kembali Selingkuh, Begini Respon Sang Selebgram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BUMDes Kebonratu Mulai Panen Telur Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disperindag Kota Cilegon Siapkan Pasar Blok F Jadi Kawasan Bebas Rentenir, Bakal Kerja Sama Lembaga Funding

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ulat Sayur Ditemukan pada Menu MBG di SD Negeri Pandeglang 4

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seminar Regional Aisyiyah Kota Cilegon Hadirkan Dirjen Kemendikdasmen, Guru Diharap Pahami KKA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Banten Intensif Lobi Provinsi Lain, Kejar Dukungan Suara Jadi Tuan Rumah PON 2032

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36
Forum Honorer Kota Serang

Forum Honorer Serang Nilai Pelantikan 3.800 PPPK Paruh Waktu sebagai Pelecehan Martabat Pekerja

22 Oktober 2025 | 22:25

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah saat diwawancarai wartawan Jumat 13 Februari 2026. (Andika/Bantenraya.com)

Ratu Zakiyah Janjikan Penutupan Tempat Hiburan Malam di Kabupaten Serang Jelang Ramadan

13 Februari 2026 | 17:23
Ilustrasi tenggelam (pixabay/Miller_Eszter)

Nelayan di Lebak Tewas Terlilit Jaring

13 Februari 2026 | 17:18
AHM Siapkan 92 Bus dan 28 Truk untuk Mudik Gratis Lebaran 2025, Tujuan ke Dua Kota Ini

Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov Banten Dibuka 5 Hari Lagi, Ini Syaratnya

13 Februari 2026 | 17:14
Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi korban terseret ombak Pantai Daplangu, Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Jumat, 13 Februari 2026. (Basarnas)

Wisatawan Hilang di Pantai Daplangu Pandeglang Ditemukan Mengambang

13 Februari 2026 | 16:29

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Polisi Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda