BANTENRAYA.COM – Dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Airin Rachmy Diany-Ade Sumardi dan Andra Soni-Dimyati Natakusumah diminta lebih konkret saat menyampaikan program kerja dalam debat kedua yang akan digelar pada 6 November 2024 yang akan datang.
Pengamat politik Adib Miftahul mengatakan, salah satu kekuatan debat ada pada program yang dijelaskan secara konkret dan masuk akal.
Adib mengatakan, kualitas seorang kandidat kepala daerah dan wakil kepala daerah akan terlihat berkualitas atau tidak pada saat debat.
Baca Juga: Lawan Kenakalan Remaja, Pemkot Komitmen Wujudkan Cilegon Sebagai Kota Ramah Anak
Kandidat yang berkualitas adalah yang mampu menjawab pertanyaan yang diajukan panelis dengan program kerja yang tersusun rapi.
Tidak cukup hanya itu, program kerja itu juga harus benar-benar bisa menjawab persoalan yang disampaikan oleh panelis.
“Saya sarankan setiap tema atau isu yang dibahas harus program kerja yang tersusun rapi dan detail mereka mau melakukan apa?” ujar Adib, Senin 28 Oktober 2024.
Adib mencontohkan, ketika pasangan calon menyatakan akan mampu menyelesaikan masalah pengangguran dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka harus diikuti dengan program kerja konkret.
Misalnya, akan membuka kawasan industri sekian hektare, akan ada sekian industri yang masuk, dan lapangan kerja yang tersedia sekian juta.
Barulah dengan cara semacam itu maka program kerja pasangan calon bisa diukur dan diuji validitasnya.
Baca Juga: Peringati Sumpah Pemuda, SMPN 5 Kota SCilegon Gelar Lomba Mading
“Selama ini masih pada tataran secara umum narasinya,” katanya.
Sayangnya, hal itu tidak Adib lihat pada saat debat Pilgub Banten pertama yang berlangsung pada 16 Oktober lalu.
Kedua pasangan calon, baik Airin-Ade maupun Andra Soni-Dimyati masih menyampaikan hal-hal umum, bahkan terkesan tidak jelas.
Baca Juga: PW Muslimat NU Banten Lakukan Pelatihan untuk Guru Paud hingga TK
Karena itu, dia meminta agar pada debat kedua nanti kedua pasangan calon harus bisa menyodorkan program kerja yang lebih konkret.
Adib mengungkapkan, pemilih Gen Z dan Gen Milenial merupakan dua kelompok pemilih yang sangat signifikan.
Jumlah mereka sekitar 63 persen dari total pemilih untuk Pilgub Banten 2024 ini. Karena itu, suara mereka sangat menentukan kemenangan pasangan calon.
Baca Juga: DPRD Banten Desak Menteri Desa Tidak Ulangi Kesalahan: Fasilitas Negara Bukan untuk Acara Pribadi
Persoalannya, baik pemilih Gen Z maupun Gen Milenial, sama-sama merupakan pemilih rasional.
Mereka akan memilih para calon yang menurut mereka menyampaikan sesuatu secara masuk akal.
Karena itu, untuk mendapatkan hati kedua kelompok pemilih ini, mau tidak mau pasangan calon harus membeberkan program kerja mereka secara detail dan masuk akal.
Baca Juga: TAMAT! Dear Hyeri Episode 11 dan 12 Sub Indo: Spoiler dan Link Nonton Full Movie Bukan Bilibili
Juga menawarkan solusi atas segala permasalah yang saat ini dihadapi oleh Provinsi Banten.
“Karena problem solver itulah yang diperlukan. Ketika mereka bisa detail, mereka punya solusi, mereka punya gagasan yang konkret, dan masuk akal, terutama, itu yang akan dipilih,“ ujar dosen UNIS Tangerang ini.
“Mereka ini orang-orang rasional. Sejauh mana masuk akal atau tidak. Sejauh mana membuai janji-janji atau yang bakal dikerjakan,” sambung Adib.
Sementara itu, anggota KPU Provinsi Banten M Ali Zaenal Abidin mengatakan, tidak akan ada banyak perubahan yang dilakukan pada debat kedua bila dibandingkan dengan debat pertama.
Yang berubah hanyalah nama-nama dari para panelis yang akan membuat daftar pertanyaan.
Meski demikian, Zaenal enggan mengungkapkan siapa saja panelis yang akan terlibat dalam debat kedua yang juga akan disiarkan secara langsung (live) oleh stasiun televisi swasta tersebut.
Baca Juga: XL Axiata Gandeng Starlink untuk Berantas Internet Ilegal
Dia meminta agar masyarakat menunggu saja sampai debat kedua dimulai untuk bisa mengetahui siapa saja nama dan profil dari para panelis tersebut.
Terkait anggapan bahwa debat pertama tidak begitu menarik karena masih landai, Zaenal mengaku tidak sepakat dengan anggapan itu. Menurutnya jalannya debat sudah berjalan dengan baik dan seru. ***















