BANTENRAYA.COM – Tumpukan limbah industri dan saung milik warga di Desa Kibin, Kecamatan Kibin terbakar pada pada Selasa 8 Oktober 2024, pukul 10.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun limbah serta saung ludes terbakar dan menyebabkan kerugian puluhan juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Serang Boyatno mengatakan, kebakaran tumpukan limbah terjadi lantaran adanya kelalaian manusia ditambah cuaca yang panas sehingga api dengan mudah menyebar.
“Yang kebakaran limbah buangan industri, api mulai membesar pada pukul 11.50 WIB dan membakar bangunan-bangunan kecil yang menyimpan tumpukan limbah tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya dibantu oleh Damkar PT Nikomas Gemilang melakukan pemadaman sehingga api cepat tertangani dengan baik.
“Kita tidak ke lokasi, jadi kita balik kanan karena pada saat mau gerak ke TKP apinya sudah padam,” tuturnya.
Boyatno menuturkan, api hanya membesar selama kurang lebih 30 menit lantaran akses yang mudah ditempuh oleh petugas Damkar dari PT Nikomas.
“Karena akses juga dekat dengan jalan jadi api mudah dipadamkan, paling sekitar 20 sampai 30 menit api sudah padam,” ungkapnya.
Baca Juga: Bupati Serang Rela Panas-Panasan Pakai Kebaya Temui Pendemo Saat HUT ke 498 Kabupaten Serang
Ia mengungkapkan, Damkar PT Nikomas selalu cepat dalam melakukan penanganan kebakaran sehingga membantu Pemkab Serang dalam menanggulangi bencana kebarakan.
“Untuk proses pemadaman aman terkendali dan tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian ditaksir kurang lebih Rp20 juta,” paparnya.
Kapolsek Cikande-Kibin Kompol Andri Surya Kurniawan mengungkapkan, kebakaran terjadi diduga karena adanya korsleting listrik sehingga limbah dan saung milik salah satu warga ludes terbakar.
“Saung milik ibu Sarmi. Diduga kebakaran tersebut dari korsleting listrik karena sebelum kejadian kebakaran gubug tersebut pernah terjadi konsleting listrik namun belum sempat diperbaiki oleh pemiliknya,” ujarnya.***















