BANTENRAYA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat ratusan kerusakan akibat hujan badai yang terjadi pada Sabtu-Minggu, 28-29 September 2024 kemarin. Berdasarkan laporan yang diterima Banten Raya, 4 rumah warga mengalami kerusakan berat, kemudian 314 rusak ringan. Selain itu, 2 sekolah juga mengalami kerusakan sedang. Kedua sekolah yang dimaksud ialah SDN 5 Muara Ciujung Timur dan SDN 02 Malabar, Kecamatan Cibadak.
Kecamatan Cibadak menjadi wilayah dengan dampak kerusakan tertinggi dengan setidaknya menyumbang 292 rumag yang rusak dari total 318. Sementara, 26 rumag sisanya berada di Kecamatan Warunggunung.
“Ada sekitar 4 rumah yang rusak berat. Kemudian ada 314 rusak ringan. Yang 314 itu ya paling yang gentengnya beterbangan, atau atapnya yang terbawa angin. Juga ada 2 sekolah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama kepada Bantenraya.com pada Selasa, 1 Oktober 2024.
Selain bangunan, puluhan pohon juga dilaporkan tumbang, sebagian bahkan menutup jalan dan menimpa kabel listrik. Di beberapa lokasi juga tercatat mengalami pemadaman aliran listrik seperti yang terjadi di Kecamatan Warunggunung dan Cikulur. Selain itu, kerusakan lain akibat tumbangnya pohon juga menimpa satu unit mobil PLN hingga ringsek.
Baca Juga: Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Banten Minta Penegak Hukum Netral di Pilkada Serentak 2024
Febby sendiri menjelaskan pihaknya kini tengah melakukan pendataan terkait total pohon yang tumbang atau kerusakan-kerusakan lainnya. Beberapa lokasi yang dilakukan pendataan diantaranya di sepanjang ruas Jalan Bypass Cibadak hingga Warunggunung dan Cileles. Termasuk, yang berada di jalan Hardiwinangun Rangkasbitung.
Selain pendataan total pohon yang telah tumbang, BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup juga turut mencatat pohon-pohon yang memiliki potensi tumbang ketika badai kembali datang.
“Untuk total pohon yang tumbang kita masih mendata jumlahnya. Sejauh ini kita baru melakukan penanganan pada bangunan-bangunan rusak atau pohon yang menghalangi jalan. Termasuk juga kerugian materilnya belum keluar,” ucapnya.
Febby menuturkan, badai yang terjadi kemarin setidaknya berdampak pada tiga kecamatan, mulai dari Kecamatan Cibadak, Warunggunung, serta Rangkasbitung. “Kita selalu memberikan informasi terkait kemungkinan cuaca buruk kepada masyarakat, terlebih saat ini sudah memasuki musim pancaroba,” tandasnya. (***)
















