BANTENRAYA.COM – Kelompok 11 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (Uniba), melaksanakan sosialisasi anti bullying. Namun kali ini, sosialisasi dilakukan dengan pagelaran musikal di SD Kelurahan Margaluyu.
Ketua Tim Sosialisasi Lilik menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kesadaran akan bahaya bullying di lingkungan sekolah, mahasiswa Uniba mengadakan sosialisasi anti-bullying bagi siswa SD di Kelurahan Margaluyu melalui pendekatan yang kreatif.
“Yakni dengan pertunjukan musikal. Acara ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para siswa, karena selain mendidik, juga menghibur,” katanya.
Baca Juga: Kepergok Warga Maling Kotak Amal, Pelaku Dipukuli Hingga Dicukur Warga
Ia mengaku, kegiatan yang dilaksanakan di SD Negeri Margaluyu ini melibatkan seluruh siswa dari kelas 3 hingga kelas 6. Melalui alur cerita yang menarik, lagu-lagu interaktif dan penampilan teatrikal, mahasiswa berusaha menyampaikan pesan penting mengenai bullying dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Dijelaskan Lilik bahwa musikal dipilih sebagai media edukasi, karena anak-anak cenderung lebih mudah memahami pesan melalui metode yang melibatkan seni. Anak-anak senang dengan musik dan cerita.
“Dengan menggunakan musikal, kami bisa menyampaikan pesan anti-bullying dengan lebih efektif karena mereka tidak hanya mendengar, tapi juga melihat dan merasakan secara langsung melalui musik dan drama,” ujarnya.
Baca Juga: Jadwal Festival Maulid Nusantara Kota Tangerang, Diselenggarakan di Masjid Raya Al Azhom
Musikal tersebut mengangkat cerita tentang kehidupan di sekolah, dimana ada siswa yang sering di-bully oleh teman-temannya. Melalui lagu dan adegan yang mengharukan, mahasiswa menunjukkan bagaimana perasaan korban bullying dan bagaimana pentingnya saling menghargai satu sama lain.
“Di akhir pertunjukan, ditampilkan pesan moral tentang persahabatan, toleransi, dan pentingnya keberanian untuk melaporkan tindakan bullying,” ucapnya.
Sosialisasi melalui musikal ini mendapat sambutan hangat dari siswa SD Negeri Margaluyu. Rama, seorang siswa kelas 4, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini. Para guru juga mengapresiasi pendekatan kreatif yang dilakukan mahasiswa.
“Ceritanya seru, lagunya bagus, aku jadi tahu kalau mengejek teman itu bisa bikin mereka sedih. Sekarang aku nggak mau lagi nge-bully teman,” ungkapnya dengan semangat.
Di lokasi yang sama, Rifai, salah seorang guru kelas mengatakan bahwa anak-anak terlihat lebih terlibat dan memahami dengan lebih baik melalui pertunjukan ini. “Anak-anak suka sekali dengan cara penyampaiannya. Mereka tidak hanya belajar tentang bullying, tapi juga mendapat pesan moral yang kuat tentang persahabatan dan saling menghargai,” ujarnya. ***

















