BANTENRAYA.COM – Produk emping yang dijual di Pusat Oleh-oleh Khas Banten dan Priangan di Kecamatan Anyer masih menjadi primadona para wisatawan.
Makanan yang dipercaya bisa menyebabkan asam urat dini banyak dibeli wisawatan baik wisatawan lokal maupun dari luar daerah.
Penjual pusat Oleh-oleh Khas Banten dan Priangan Deni mengatakan, emping menjadi produk yang paling banyak dijadikan oleh-oleh bagi para pengunjung.
“Macam-macam lah tapi kalo khas daerahnya kan emping, sate bandeng, dan itu yang paling banyak dibeli sama orang-orang luar Provinsi Banten macam Bogor, Jakarta ,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu 14 Agustus 2024.
Ia menjelaskan, alasan wisatawan kebanyakan beli emping sebagai bahan oleh-oleh usai berwisata di sekitar Kecamatan Anyer karena sudah menjadi produk lokal.
“Mungkin itu kan ciri khas Anyer, jadi mereka belinya biasanya yang seperti ciri khas daerah sini untuk oleh-oleh pulang,” katanya.
Baca Juga: Dindikbud Kota Cilegon Pastikan Karnaval Jadi Hiburan Masyarakat, Diadakan Perdana Usai Covid – 19
Menurut penuturannya untuk mencari emping di Kecamatan Anyer agak susah lantaran buah melinjo yang semakin berkurang karena sudah tidak musim.
“Saya jual harga Rp100.000 per kilogram. Kita belanja langsung dari yang bikinnya, kalau untuk perajinnya masih ada cuman agak susah tidak kaya dulu lagi,” paparnya.
Camat Anyer Imron Ruhyadi mengatakan, produksi emping berkurang karena saat ini tidak ada yang panen melinjo sehingga saat ini produksi emping semakin berkurang.
“Kalau lagi musimnya bagus pasti produksi empingnya juga banyak tapi kan kalau sekarang kayanya lagi tidak panen jadi empingnya juga sedikit,” ungkapnya.
Ia menuturkan, akibat tidak musim melinjo di kecamatan Anyer berdampak pada penjualan yang dilakukan oleh para pedagang-pedagang di pasar.
Baca Juga: Upah Minim Jadi Barista di Banten Dalam Bisnis Kedai Kopi
“Kalau melinjo kan tidak setiap hari ada dan biasanya musiman dan itu akan berkesinambungan dengan ekonomi di pasar kita,” tuturnya. (***)














