BANTENRAYA.COM – BPBD Kota Cilegon akan membangun gedung pengendalian operasional bencana berdampingan dengan Gedung Perpustakaan milik DPK Kota Cilegon.
Kepala BPBD Kota Cilegon Suhendi mengatakan, sekitar Rp11 miliar anggaran diberikan kepada pihaknya untuk penanggulangan bencana.
“BPBD Kota Cilegon mendapatkan anggaran tahun 2024 yaitu sekitar Rp 11 miliar dan digunakan penanggulangan bencana, itu sudah termasuk dengan gaji dan sebagainya,” katanya kepada Bantenraya.com, Rabu 10 Juli 2024.
Baca Juga: 1.432 Mahasiswa KKM Untirta Menyebar ke Desa-desa, Bawa Misi One Village One Product
Ia menyampaikan, dengan jumlah anggaran tersebut pihaknya memaksimakan anggaran yang ada dengan mendahulukan program prioritas.
“Kita memaksimalkan anggaran ya, kalau anggaran tidak ada, kita lebih menggunakan anggaran untuk program prioritas,” ujarnya.
Adapun terdapat anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada BPBD Kota Cilegon.
Baca Juga: DPRD Banten Godok 2 Raperda Baru, Respons Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Anak Makin Gawat!
Itu sekaligus rencana pemberian gedung pusat pengendalian operasional yang direncanakan di lokasi sekitar gedung BPBD dan tanah di DPK Cilegon yakni di Sukmajaya, Jombang, Cilegon, Banten.
“Nanti kami juga akan mendapatkan gedung pusat pengendalian operasional, lokasi dekat dengan BPBD dan tanah untuk DPK. Kan masih ada tanah kosong,” tuturnya.
Saat ditanya mengenai anggaran yang didapatkan oleh pihaknya dari BNPB. Ia menuturkan persoalan anggaran ada pada pusat, pihaknya hanya menerima dalam bentuk gedung dan alat.
Baca Juga: Sopir Angkot Gadaikan Motor Penumpang Untuk Jaminan Narkoba
“Katanya tahun ini akan dibangun, karena di pusatnya masih proses lelang. Kalau tidak tahun ini ya tahun 2025,” ucapnya.
Selain mendapat gedung, dikatakannya alat lain yang nanti diberikan kepada BPBD yakni alat sirine peringatan dini sunami ke enam wilayah di Cilegon.
“Nanti kami akan mendapatkan sirine peringatan dini sunami, rencanananya kalau tidak berubah akan diberikan ke enam wilayah. Itupun dipasangkan, jadi nanti tinggal memanfaatkan saja,” ungkapnya.
Baca Juga: Kejati Banten Rebut Lahan Kemenkeu yang Dikuasai Pihak Ketiga Senilai Rp13,7 Miliar
Sementara itu, ia mengaku di Cilegon alat awarness sunami hanya ada dua alat yang terpasang, yakni di Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan dan di Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol.
Selebihnya, alat ada di kawasan industri yang milik industri itu sendiri.(mg-tia) ***
















