BANTENRAYA.COM – Stasiun Geofisika Klas 1 Tangerang mencatat ada 56 kejadian gempa bumi selama September 2021.
Kejadian gempa bumi itu lebih rendah 34 persen dibanding bulan Agustus 2021.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Geofisika Klas 1 Tangerang Urip Setiyono mengatakan, kejadian gempa bumi di mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya dari 85 kejadian di Agustus menjadi 56 di September 2021.
Baca Juga: Wanita Jangan Bangga Dulu Punya Tubuh Langsing, Bisa Karena Penyakit Anarokesia
Ia menjelaskan, sebaran pusat gempa bumi atau episenter periode Septemebr 2021 umumnya berada
di laut.
Tepanya pada zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bagian selatan Provinsi Banten hingga Jawa Barat.
“Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3 hingga 5 dominan terjadi yaitu sebesar 70 persen atau 39 kejadian,” katanya.
Baca Juga: Jungkook BTS Resmi Dilaporkan oleh Netizen Karena Iklan Terselubung
Selanjutnya, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo di bawah 3 yaitu sebesar 30 persen atau 17 kejadian.
“Sementara itu tidak ada kejadian gempa bumi dengan kekuatan magnitudo di atas 5 pada periode tersebut,” ungkapnya.
Berdasarkan kedalamannya, gempa bumi pada periode tersebut didominasi oleh gempa bumi dangkal.
Baca Juga: Ini Perasaan Wagub Banten Andika Hazrumy Melihat Atlet Muay Thai Banten Lolos ke Final PON XX Papua
Gempa bumi dengan ke dalam di bawah 60 km sebesar 91 persen atau 51 kejadian.
Sedangkan gempa bumi di kedalaman menengah antara 60 km hingga 300 km
sebesar 9 persen atau 5 kejadian. Tidak terdapat gempa bumi di kedalaman di atas 300 km.
“Dari 56 gempabumi yang terjadi, tidak ada gempabumi yang guncangannya dirasakan di wilayah Banten,” tutur Urip. ***
















