BANTENRAYA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Kota Cilegon mengizinkan sekolah baik SD maupun SMP mengadakan acara perpisahan tanda kelulusan, tetapi tidak menggunakan konsep wisuda.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dindikbud Kota Cilegon Suhanda mengatakan, sekolah diperbolehkan untuk mengadakan perpisahan sebagai kelulusan, dengan konsep pentas seni atau pensi.
“Kita mengizinkan, tapi kembali lagi ke pihak sekolahnya masing-masing. Karena belum ada edaran khusus juga dari kementerian. Boleh, tapi tidak ada larangan khusus,” kata Suhanda kepada Bantenraya.com pada Selasa, 23 April 2024.
Suhanda menjelaskan, perpisahan boleh dilakukan, tetapi tidak memberatkan siswa dan para orang tua, serta konsepnya bukan seperti wisuda.
Baca Juga: Badak Bercula Satu di Taman Nasional Ujung Kulon Mati Ditangan Pemburu, Cula Dihargai Ratusan Juta
“Sebenarnya sah-sah saja ada perpisahan. Wajar ada perpisahan, karena sebagai momentum selama sekolah. Tapi tidak menggunakan konsep wisuda ya, karena itu untuk kelulusan perguruan tinggi,” lanjutnya.
Suhanda mengungkapkan, selama ini perpisahan sekolah di Kota Cilegon mengusung pada konsep pensi yang dibalut dengan memberi kesan pesan selama di sekolah dan pemberian medali sebagai tanda bukti kelulusan dari sekolah tersebut.
Siswi kelas 9 di SMPN 7 Cilegon Nazwa Tertia mengatakan, ia tidak keberatan untuk mengikuti perpisahan yang diadakan oleh pihak sekolah.
“Tidak keberatan, karena momen juga. Sekolah SMP tidak dua kali, jadi mending ikut aja supaya punya momen sama teman-teman. Kalau perpisahan di SMA kan beda lagi temannya,” ungkap Nazwa.
Baca Juga: Eratkan Sinergitas, Kelurahan Pabean Halal Bihalal dengan Elemen Masyarakat
Nazwa menjelaskan, untuk perpisahan sudah diumumkan oleh pihak sekolah dari awal tahun 2024, untuk sistem pembayarannya juga dapat diangsur, tidak harus sekali lunas.
“Bayarnya dibagi tahap, jadi tidak harus bayar lunas langsung. Bisa dicicil dulu sampai waktu yang sudah ditentukan pihak sekolah. Dari pihak sekolah rencana wisuda awal bulan Juni nanti,” jelasnya.
Namun satu siswi lainnya, siswi kelas 9 juga di SMPN 7 Cilegon Syahrani mengatakan, mengaku sebenarnya tidak ingin mengikuti perpisahan sekolah.
“Awalnya tidak tertarik ikut perpisahan, bukan keberatan ya, tapi setelah dipikir-pikir lagi kalau momen SMP tidak bisa diulang dua kali, jadi akhirnya ikut biar punya kenang-kenangan.” kata Syahrani.***
















