BANTENRAYA.COM – Bakal Calon Walikota Cilegon dari Partai Golkar Robinsar saat ini mulai turun ke masyarakat.
Nama Robinsar resmi menjadi Bakal Calon Walikota Cilegon bersama Ratu Ati MArliati dan Isro Mi’raj.
Akan tetapi, Ratu Ati Marliati telah menyatakan diri mundur sebagai Bakal Calon Walikota Cilegon.
Sehingga, saat ini tersisa dua nama yakni Isro Mi’raj dan Robinsar yang berebut restu DPP Partai Golkar untuk Pilkada Kota Cilegon.
Baca Juga: Kalos Coffee and Eatry, Tempat Nongkrong di Cilegon yang Cozy dan Estetik
Robinsar mengaku, pada 6 April 2024 lalu telah diundang DPP Partai Golkar bersama bakal calon kepala daerah yang lain.
“Ucapan terima kasih atas dukungan dari elemen masyarakat atau internal partai. Tapi, kita istilahnya masih berproses semuanya, masih ada mekanisme-mekanisme, masih berikhtiar semaksimal mungkin,” kata Robinsar saat berbincang dengan awak media pada Jumat, 19 April 2024 lalu.
Robinsar mengaku, DPP Partai Golkar menginstruksikan kepada para bakal calon kepala daerah untuk turun ke masyarakat.
“Bacakada (Bakal Calon Kepala Daerah) diminta (DPP Partai Golkar) turun ke masyarakat, mengambil simpati masyarakat, dalam persiapan Pilkada nanti,” kata Politisi Partai Golkar ini.
Baca Juga: Achmad Herwandi Temui Ketua DPD NasDem Roni Alfanto Bahas Pilwalkot Serang 2024
Robinsar mengaku, DPP Partai Golkar akan melakukan survey pada Mei, Juni dan Juli 2024 untuk menguji elektabilitas dan popularitas Bakal Calon Kepala Daerah.
“Kalau untuk koalisi masih terlalu dini, masih terlalu jauh. Kalau pasangan kita cari yang pengalaman,” kata pria yang juga Ketua PSSI Kota Cilegon ini.
Robin berharap sebagai generasi milenial bisa mewakili para generasi muda di Kota Cilegon tentang ide pembangunan.
“Yang pasti kita muda, muda adalah kekuatan, muda adalah masa depan,” ucapnya.
Baca Juga: Bank bjb Menandatangani MoU dengan LLDIKTI III untuk Perkuat Kualitas Perguruan Tinggi
Robinsar mengaku, adanya dua nama yakni dirinya dan Isro Mi’raj sebagai Bakal Calon Walikota Cilegon dari Partai Golkar, bukan pesaing.
“Pak Isro bukan pesaing, kita sama-sama,” tuturnya.***


















