BANTENRAYA.COM – Mahasiswa kelompok 62 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Untirta telah melaksanakan program kerja Irigasi Cerdas melalui Irigasi Tetes untuk mengatasi permasalahan di Desa Malangnengah, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Program kerja mahasiswa kelompok 62 KKM Untirta dilaksanakan yang disosialisasikan pada Selasa, 30 Januari 2024 serta dimulai pukul 09.00 Wib.
Kelompok 62 KKM Untirta dengan antusias menyampaikan betapa petingnya irigasi cerdas, terlebih terkait minimnya sumber daya air terutama pada musim kemarau.
Baca Juga: Menang di Kandang Forest, Peluang Kepuncak Klasemen Kembali Terbuka Bagi Arsenal
Kegiatan acara tersebut diikuti oleh kelompok wanita tani sebanyak 24 orang dan terdapat sejumlah tamu yang turut hadir dalam acara.
Ada Nurdin selaku Sekretaris Desa Malangnengah, Hikmah Yunisiah sebagai Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Cibitung, serta Sanudin selaku Penyuluh Pertanian Desa Malangnengah.
Menurut Nurdin, irigasi tetes merupakan hal yang perlu diperhatikan agar kegiatan aktivitas pertanian di Desa Malangnengah dapat tetap berjalan meskipun musim kemarau.
Baca Juga: LENGKAP! Cara Menggunakan Aplikasi Sirekap KPPS Untuk Perhitungan Suara Pada Pemilu 2024
“Dalam acara ini harus diperhatikan dengan baik karena dapat menambah pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu saat musim kemarau sehingga pada musim kemarau pertanian di desa ini tidak terhenti begitu saja,” Ujarnya.
Dalam acara ini juga, Kania Faridah Rosita selaku pemateri sekaligus ketua pelaksana menyampaikan bahwa irigasi tetes merupakan solusi dalam mengatasi minimnya sumber daya air.
Minimnya sumber daya air terutama pada musim kemarau di Desa Malangnengah yaitu dengan memanfaatkan benda sekitar seperti menggunakan nozzle khusus, botol bekas, dan lainnya.
Baca Juga: Aksi Unjuk Rasa 800 Pensiunan PT Krakatau Steel, Tuntut Pengembalian Hak Pensiun
“Untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan irigasi tetes sederhana yang mampu meminimalisir penggunaan air pada musim kemarau yang membutuhkan nozzle khusus, botol bekas, dan polybag yang dapat ditanami tanaman holtikultura,” jelas Kania.
Selain menggunakan irigasi tetes, diperlukan pupuk bokashi sebagai mikroorganisme yang mengandung unsur hara dan bermanfaat dalam memperbaiki struktur tanah dan proses pertumbuhan.
“Pupuk bokashi merupakan mikroorganisme dari hasil fermentasi bahan-bahan organik yang mengandung unsur hara yang bermanfaat dalam memperbaiki struktur tanah menjadi lebih gembur dan menyimpan air dalam waktu yang lebih lama serta membantu proses pertumbuhan akar dan perkembangan tanaman,” lanjut Kania.
Kania berharap acara Irigasi Cerdas melalui Irigasi Tetes ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan pertanian di Desa Malangnengah yang menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi yang efisien dan ramah lingkungan dalam menyiram tanaman, mengkontrol jumlah air, mengendalikan gulma, mengurangi risiko penyakit tanaman, dan meningkatkan kualitas hasil pertanian menjadi lebih baik,” tegas Kania.***
















