BANTENRYA.COM – Sebanyak 1.566 warga Kabupaten Serang, Provinsi Banten yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak banjir yang terjadi pada Selasa, 14 September 2021.
Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Serang disebabkan hujan deras dan meluapnya air Sungai Ciujung sehingga air masuk ke rumah-rumah warga yang berada di daerah aliran sungai (DAS).
Namun saat ini banjir di beberapa kecamatan mulai surut dan warga yang terdampak mulai membersihkan rumah-rumah mereka dari lumpur dan material sampah yang terbawa air.
Baca Juga: Ini Penyebab Banjir Menurut Warga Citra Gading Kota Serang
Koordinator Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Jhony Efendi Wangga mengatakan, sebanyak 449 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sebanyak 1.566 terdampak banjir.
“Untuk di Desa Batukuwung, Kecanatan Padarincang yang terdampak 28 KK dengan jumlah jiwa 140 dan di antaranya balita 10, lansia satu, dan anak-anak 30,” ujar Jhony, Rabu 15 September 2021.
Sedangkan untuk di Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan jumlah ada 10 KK yang terdampak dengan jumlah jiwa 34 di antaranya balita 10 dan anak-anak sembilan.
Baca Juga: Banjir Surut, Warga Citra Gading Mulai Rasakan Keluhan Hawa Dingin Sampai Gatal-gatal
“Untuk di Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja yang terdampak 40 KK dengan jumlah jiwa 102. Balita ada 11, lansia enam, dan anak-anak 21. Untuk di Desa Nagara, Kecamatan Kibin jumlah 94 KK dengan jumlah jiwa 257,” katanya.
Kemudian untuk di Kecamatan Kragilan terdapat 14 KK dengan jumlah jiwa yang terdampak 40. Sedangkan untuk di Kecamatan Ciruas jumlah KK yang terdampak banjir 183 dengan jumlah jiwa 536.
“Di Kecamatan Tirtayasa juga terjadi banjir akibat meluapnya sungai Ciujung dan ada dampak dari proyek Sodetan. KK yang terdampak ada 130 dengan jumlah jiwa 454. Ada fasilitas umum yang seperti musalah yang juga terdampak,” tuturnya.***

















