BANTENRAYA.COM – Sifat tamak dapat diartikan sebagai kurangnya rasa bersyukur dan hilangnya ketenangan batin serta rusaknya hubungan dengan orang yang ada di sekitar.
Dikutip Bantenraya.com dari islam.nu.or.id, khutbah jumat hari ini Jumat, 20 Juni 2025: Bahaya Tamak dan Keutamaan Mensyukuri Nikmat.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِلْإِيْمَانِ، وَوَفَّقَنَا لِطَاعَتِهِ فِي كُلِّ زَمَانٍ، نَشْكُرُهُ شُكْرًا يَجْلِبُ الرِّضْوَانَ، وَنَسْتَغْفِرُهُ إِسْتِغْفَارًا يَمْحُوْ الْعِصْيَانَ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تَحْفَظُ الْإِيْمَانَ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِلْإِنْسِ وَالْجَانِّ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَمَنْ سَارَ عَلَى دَرْبِهِمْ إِلَى يَوْمِ الْجَزَاءِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ أَفْلَحَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah SWT
Baca Juga: Piala Presiden 2025 Segera Dimulai, Penampilan Klub Ole Romeny Paling Dinantikan
Segala puji dan syukur, mari kita panjatkan ke hadirat Allah SWT dan mengajak kepada seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Hadirin Sholat Jumat yang Berbahagia
Sudah seharusnya kita semua melatih diri untuk selalu bersyukur atas setiap karunia dan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua.
Nikmat sehat, keluarga yang rukun, dan rezeki yang halal, semua itu merupakan anugerah yang tak ternilai. Maka mensyukurinya merupakan keharusan yang tidak boleh kita tinggalkan, karena syukur adalah bukti keimanan dan pengakuan atas segala karunia yang Allah berikan kepada kita semua.
Allan berfirman dalam Al-Quran;
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya:
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS Ibrahim, [14]: 7).
Orang Kaya Sejati Bukanlah Mereka yang Punya Banyak Harta?
Baca Juga: Survei KNPI Kota Serang, Cuma 3 OPD Pemkot yang Masuk Kategori Baik
Rasulullah SAW pernah berpesan bahwa semua orang kaya sejati itu bukanlah mereka yang memiliki banyak harta, tetapi mereka yang memiliki kekayaan jiwa yang selalu merasa cukup.
Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu hadist;
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةَ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
Artinya:
“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa.” (HR Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: Bukan Bulan Ini, Pemprov Banten Spill Jadwal Perbaikan Jalan Longsor ke Negeri di Atas Awan
Marilah kita bersama-sama merawat jiwa kita dengan adanya rasa syukur dan qana’ah.
Mari kita terima apa yang Allah tetapkan dengan lapang dada, dan jangan biarkan hati kita diperbudak oleh keinginan yang tak berujung. ***



















