BANTENRAYA.COM – Melaksanakan sahur biasa dilakukan oleh umat Islam sebelum melakukan ibadah puasa.
Selain memberikan energi selama puasa, sahur sangat penting bahkan dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Lantaran, terdapat pahala yang didapat ketika bagi siapapun yang melaksanakan sahur.
Namun, waktu sahur saat dini hari menjadi hal yang kerap ditinggalkan akan aktivitas tersebut.
Bahkan, terkadang tak sedikit yang mengalami kesusahan bangun tidur dan akhirnya telah memasuki waktu imsak.
Baca Juga: Nonton Konten Mukbang Sampe Ngiler Apakah Bikin Puasa Batal? Begini Penjelasan Selengkapnya
Sehingga, tidak sempat melaksanakannya dan harus meninggalkan sahur.
Akan tetapi, timbul pertanyaan terkait meninggalkan sahur dan apakah tetap sah puasanya?
Berikut penjelasan hukum puasa dan tanpa makan sahur seperti yang dikutip dari NU Online.
Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Al-Bukhari Muslim terkait pentingnya makan sahur.
تَسَحَّروا فإن في السُّحُور بركة
Baca Juga: Rumah Zakat Raih Opini WTP 19 Kali Berturut-turut, Pengelolaan Dana Capai Rp 401 Miliar
Artinya: “Makan sahurlah kamu, sesungguhnya pada makan sahur terdapat keberkahan,”(HR Al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah menganggap penting makan sahur dan memerintahkannya, namun perintah makan sahur ini tidak sampai derajat wajib.
Sehingga orang yang puasa namun tidak makan sahur maka hukum puasanya tetap sah.***



















